Kampung KB Di Dusun Dagen, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu Kandidat Juara 1 Tingkat Jawa Tengah

Ketua Tim Penilai Kampung KB, AKBP Dra Dwi Ratnawati MH tengah mengecek adminitrasi dari kampung KB di Dusun Dagen, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu

KARANGANYAR – Kampung Keluarga Berencana (KB) Di Dusun Dagen, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu kedatangan tim penilai evaluasi dan kunjungan lapangan dalam rangka penggerakaan dan bakti sosial Pelayanan KB Bayangkara Tingkat Propinsi Jawa Tengah. Penilaian itu untuk memperebutkan juara 1 tingkat Jawa Tengah terkait penggerakan dan pelayanan KB yang bersaing dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Semarang.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada tim Verifikasi di lapangan yang tadi juga sudah bertemu dengan bupati Karanganyar. Rekomendasi yang diharapkan akan segera ditindaklanjuti,” papar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB), Agam Bintoro saat menyambut tim verifikasi.

Dia menambahkan kampung KB di Karanganyar layak menjadi juara karena sudah mandiri dan bersinergi dengan kepolisian. Dulu program ini dinamakan Keluarga Berencana Nasional (KBN) merupakan sebuah komitmen yang tidak bisa berdiri sendiri. Namun membutuhkan keterpaduan dan sinergitas antar lembaga agar program ini berjalan dengan baik.

Sementara Subdirektorat Pembinaan, Penertibaan dan Penyuluhan (Subdutbintibluh), AKBP Dra Dwi Ratnawati MH mengatakan kegiatan monev pelaksaanaan KB di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu sangat luar biasa. Dari dukungan Forkompimca seperti Camat, Kapolsek dan Danramil sangat luar biasa. Tanpa dukungan stekholder kegiatan ini tidak bisa sukses. Terkait pelayanan,  Pihaknya sudah melihat antusias para Aseptor KB DI rumah sakit Kartini juga sudah baik. Sementara sosialisasi di masyaraat di desa binaan juga luar biasa. “Polri sangat mendukung kegiatan ini karena pertumbuhan penduduk jumlahnya sangat besar dan tidak dimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai, Jika jumlah penduduknya banyak dan tidak ada pekerjaan maka akan berdampak pada kerawanan sosial atau menganggu ketertiban lingkungan. Makanya bayangkari ikut aktif mendorong kegiatan ini agar jumlah penduduk dapat dibatasi,” imbuhnya. (hr/ind)