Covid-19 di Tawangmangu Ada 10 Orang, Bupati Ingatkan Kades Untuk Awasi ‘Bareng-Bareng’

Pembukaan TMMD di Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono terus mengingatkan seluruh Kades di Kecamatan Tawangmangu untuk mengawasi Covid-19 di wilayah masing-masing. Sebab di Kecamatan paling timur Kabupaten Karanganyar kasus Covid-19 masih ada 10 orang. Dengan rincian, di Desa Plumbon 3 orang, Desa Kalisoro 1 orang, Desa Gondosuli 2 orang, Desa Karanglo 1 orang, Desa Blumbang 1 orang dan Desa Tengklik 2 orang.

“Satu orang dari Desa Tengklik melarikan diri dari rumah sakit. Namun sudah berada di rumah untuk menjalani isolasi mandiri,” papar Bupati pada saat membuka program TMMD Sengkuyung Tahap 2 di Balai Desa Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Selasa (15/05).

Seluruh kades juga diminta waspada juga terkait suspect Covid-19. Sebab Kades dan lurah di Kecamatan Tawangmangu adalah satgas tingkat desa. Para kades juga diminta untuk terus mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Menurut survei yang dilakukan dinas terkait, prosentasi masyarakat yang menggunakan masker masih 50 persen, yang cuci tangan masih 40 persen dan jaga jarak 30 persen. “Angel tenan dikandani iki sehingga saya minta Kades senaja angen tetap kudu diingatkan. Mari diawasi bareng-bareng supaya Covid-19 segera pergi dari Karanganyar,” tambahnya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk mensukseskan TMMD tahap 2 di Desa Tengklik. TMMD ini sudah rutin dan selamanya ada. Sebab TMMD merupakan wujud sinergitas membangun Negeri antara TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat. Program TMMD sebagai semangat untuk terus mewujudkan gotong royong. Gotong-royong jangan sampai melemah dan terus ditingkatkan. Program ini membantu agar ada peningkatan pembngunan fisik dan pemberdayaan masyarakat.

Semenatara dalam laporan TMMD, Danramil 08 Tawangmangu Kapten Inf Hari Santoso mengatakan latar belakang pemilihan tempat di Desa Tengklik karena sebagian jalan masih tanah dan sebagaian masih makadom. Jika hujan, jalan tersebut akan tergerus air dan membahayakan pengguna jalan. Kemudian, pembangunan talud dapat mencegah erosi. Rincian pembangunan jalan betonisasi 1 yakni panjang 400 meter dan lebar 4 meter dengan tebal 0,12 meter. Kemudian, betonisasi jalan kedua Panjang 110 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,12 meter, Talud panjang 260 meter lebar 0,7 meter dan tinggi 2,7 meter. “Selain itu itu juga Sosialisasi tMMD sengkuyung, penyuluhan vaksin, sosisalisasi penyuluhan sampah rumah tangga, perencanaan pembangunan, pemanfaat tehnologi tepat guna, penyecegahan bencana alam, dan Penegasa peraturan bupati Nomo 180 tahun 2021 tentang hajatan di masa endemi. Terakhir sosialisasi praktek lalu lintas,” imbuhnya.

Dukungan anggaran APBD Propinsi sebesar Rp 236 juta, APBD Kabupaten Karanganyar, Rp 300 juta, dan swadaya Desa Tangklik Rp 160 juta, dengan total Rp 696 juta. (hr/adt)