Launching Ruang Audio Visual Disarpus, Bupati Minta Bisa Menginsparasi dan Melahirkan Masyarakat Karanganyar Yang Cerdas

 

 

KARANGANYAR – Fasilitas di Perpustakaan Daerah Karanganyar, ada yang baru lho! Apa itu, ruang audio visual, sebagai media edukasi alternatif selain buku. Ruangan yang didesain mirip bioskop tersebut, lengkap dengan kursi nyaman, karpet empuk dan pendingin ruangan yang sejuk, resmi di-launching pemanfaatannya pada Rabu (9/6/2021) oleh Bupati Karanganyar. Orang nomor satu di Karanganyar berpesan hadirnya ruang audio visul ini bisa menginspirasi dan melahirkan masyarakat Bumi Intanpari Cerdas.

“Ruang audio visual ini harus bisa menginspirasi siapapun bahwa ilmu harus dikuasai untuk menjadi orang sukses. Dengan fasilitas yang nyaman ini, saya berharap bisa dimanfatkan dan melahirkan sumber daya manusia yang handal dan cerdas,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat launching ruang audio visual Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus)

Bupati meminta setiap hari ruangan ini harus dimanfatkan secara maksimal. Misalnya dengan jumlah penonton 5—70 orang dengan anak-anak suia 20-25 tahun melihat Elon Mask, pembuat mobil listrik atau tokoh nasional seperti Ir Soekarno  dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Selain itu, penemu-penemu yang lain agar bisa menginspirasi siapapun betapa dasyatnya mereka di usia muda bisa melahirkan hal-hal yang baru. “Mendesaian orang pinter dan menyiapkan generasi cerdas itu memang mahal. Kita akan pikirkan untuk biaya operasionalnnya. Disarpus harus mencitrakan atau membuat brand Perpus melahirkan SDM yang berkualitas,” ungkapnya.

 

Pihaknya meminta jangan sampai ruang Audio Visual ini berubah menjadi tempat karaoke. Selain itu, para usahawan baru khususnya UMKM bisa memanfaatkan ruang ini untuk kursus digital. Pendek kata, semua lapisan masyarakat bisa memanfatkan ruang ini untuk pembelajaran dan menambah ilmu pengetahuan.

Bupati juga meminta Perpus Karanganyar harus perlahan beralih ke digital. Artinya bukunya fisik ada namun buku digitalnya juga perlu. Sehingga orang mencari buku dengan digital akan dapat cepat ditemukan. Saat ini sudah era digital sehingga pihaknya berharap perpus bisa menggunakan digital.

Sementara Kepala Disarpus Sugeng Raharto mengatakan, ruang audio visual dibangun dengan anggaran Rp 841,8 juta, antara 18 Februari 2021 hingga 18 Mei 2021. “Perencanaannya sejak 2020. Tapi karena anggaran saat itu kena refocusing, jadi tidak terlaksana. Tahun ini, anggaran muncul lagi. Sehingga tinggal melanjutkan perencanaan yang sudah ada,” jelasnya.

Ruangan tersebut merupakan salah satu fasilitas pendukung kegiatan edukasi di perpustakaan. “Jadi pengunjung tidak hanya belajar lewat buku, tapi juga melalui media audio visual. Melengkapi sarana belajar,” jelasnya. (hr/adt)