Kurangi Makanan Instan, Bupati Minta Makanan Olahaan dari Singkong, Umbi atau Tales Bisa Menjadi Jajanan Anak Sekolah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rober Christanto merasakan olahan makanan dari Kecamatan Matesih

 

 

KARANGANYAR – Untuk mengurangi makanan instan, Bupati Karanganyar bakal meminta olahan makanan dari singkong atau tales dikemas sedemikian rupa dan masuk sekolah. Sebab makanan instan dapat melemahkan kecerdasan otak. Selain itu, produk olahan makanan dapat makin eksis dan maju di Bumi Intanpari.

“Dalam waktu dekat saya akan bicara dengan Dispermades, Disdikbud dan Dinkes untuk mencoba makanan olahaan ini masuk ke sekolah-sekolah. Menjadi alternatif para siswa agar mencintai produk lokal dan mengangkat perekonomian masyarakat,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada Lomba Cipta Menu Tahun 2021 Beragam Bergisi Seimbang dan Aman di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (09/05)

Dia mengakui kreativitas dari 17 kecamatan sungguh luar biasa dalam menciptakan makanan olahanan yang baik. Sekaligus mensosialisasikan untuk mengurangi konsumsi nasi. Hal ini supaya masyatakat sehat dan terbebas dari penyakit. Orang nomor satu di Karanganyar menambahkan pertumbuhan ekonomi masih melemah minus 1 persen. Sebab tidak ada gerakan apapun. Namun minus itu tidak terlalu banyak karena dipengaruhi makanan olahan. “Makanan olahaan betapapun jenisnya mempengaruhi peningkatan ekonomi. Di masa pandemi saat ini tidak banyak yang dibeli masyarakat kecuali makanan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Siti Maysaroh mengatakan kegiatan merupakan kerjasama Dinas Pertanian dengan Penggerak PKK. Hal ini untuk meningkatkan pemahamaan konsumsi Makanan beragam bergizi Seimbang dan aman (B2SA) berbahan pangan sumber lokal. Sekaligus untuk mendorong kreativitas, khususnya ibu rumah dalam menciptakan dan membuat sumber makanan lokal. “Kegiatan ini juga dapat membiasakan keluarga di Kabupaten Karanganyar dengan aneka makanan olahaan lokal yang berbahan sumber lokal,” imbuhnya. (hr/adt)