Ki Manteb Sudarsono Beri Kado Ultah Ke 23 Ilyas Akbar Al Madani Dengan Gunungan Wayang

Ki Manteb Sudarsono memberikan gunungan wayang kepada Ilyas Akbar Al Madani

 

KARANGANYAR – Hari jadi Ilyas Akbar Al Madani ke 23 pada tanggal 30 Mei kemarin bertepatan dengan pengukuhan Dalang Remaja Karanganyar Jaya (Darmakarya) di Resto Bali Ndeso, Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar, kemarin berlangsung istimewa. Pasalnya, putra Bupati Karanganyar, Juliyatmono tersebut mendapatkan hadiah Gunungan Wayang langsung diukir dari maestro dalang, Ki Manteb Sudarsono.

Sesepuh dalang sekaligus penerima penghargaan dari Unesco tersebut menilai saat ini Ilyas mulai mendarmabaktikan diri kepada orang tua. Darma bakti anak kepada orang tua itu adalah ‘mikul ndhuwur mendem jero’. Yakni upaya untuk tetap menjaga nama baik orang tua dengan prestasi yang gemilang. “Saat inilah mas Ilyas menujukkan bakti kepada kedua orang tua dengan menjaga nama baik orang tua dan membuat orang tua bangga,” papar Ki Manteb Sudarsono.

Mengenai pengukuhan dalang remaja dalam nama Darmakarya, Ki Manteb Sudarsono mengatakan darma adalah kewajiban. Sehingga mengandung maksud darma adalah kewajiban untuk terus melestarikan budaya wayang. Ki Manteb berpesan kepada para dalang muda, nilai-nilai wayang berupa kebijakan, kentreteman (kedamaian) dan katresnan (kasih sayang) harus terus dipupuk. “Saya minta setiap hari kelahiran saya pada tanggal 31 Agustus diperingati dengan menggelar wayang dari Darmakarya. Dari dalang sampai senimanya harus dari warga Karanganyar,” imbuhnya.

Sementara Ilyas Akbar Al Madani dalam mengucapkan syukur dan terima kasih pada dalang-dalang remaja di Kabupaten Karanganyar. Sebab Bumi Intanpari ini banyak sekali tokoh-tokoh dalang dan generasi mudanya saat ini sudah mencintai kebudayaan jawa. Pihaknya mengajak para dalang tersebut untuk terus mencintai dan melestarikan wayang yang sudah menjadi bagian warisan dunia. Seperti pesan pejuang sekaligus pendiri Kabupaten Karanganyar, Raden Mas Said yang ajarannya sangat bagus yakni Mulat Sarisa angrasa wani, Rumangsa Melu Andarbeni dan Wajib Melu angrungkebi. “Saya berharap kegiatan dapat memberikan inspirasi kepada siapapun. Mohon terus bimbingannya dan semoga Ki Manteb Sudarsono selalu sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” tambahnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan bangga dengan hadirnya dalang-dalang muda. Dengan usia yang masih muda diharapkan dapat menorehkan tinta emas seni budaya di kabupaten Karanganyar. Pihaknya mengajak para pemuda untuk terus bermimpi sebab dengan mimpi itu mengarahkan tujuan dan cita-cita terbaik. “Darmakarya lahir tanggal 30 Mei berbarengan dengan hari lahir anak saya. Setiap tanggal, silahkan mengadakan pentas wayang khususnya dalang remaja biar anak saya yang memberikan suport,” ungkap Juliyatmono. (hr/adt)