Bupati Minta Perusahaan Ikutkan Semua Karyawan Dalam BPJS Ketenagakerjaan

Bupati Karaganyar, Juliyatmono memberikan tauziah di depan buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional

 

KARANGANYAR – Momentum hari buruh internasional 1 Mei  lalu, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan wakil Bupati Rober Christanto meminta perusahaan untuk mengikutkan semua karyawan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Sebab kepesertaan itu adalah hak masing-masing tenaga kerja. Jika karyawannya 100 maka 100 pula yang didaftarkan. Supaya pada saatnya mendapatkan proteksi dari BPJS dan dilindungi oleh Undang-undang.

“Piya carane dibayar kabeh bapak-bapak yang mempunyai perusahaan. Termasuk THRnya untuk dibayar. Saya doakan semuanya berkah dan Karanganyar menjadi contoh yang baik setiap ada permasalahan dirembug yang baik antara karyawan, perusahaan dan pemerintah,” papar Juliyatmono dalam sambutannya pada hari buruh yang dipusatkan di sebuah cafe, Tasikmadu Karanganyar  dengan acara buka bersama (01/05).

Bupati menambahkan apa yang diperjkuangakan dan diharapkan semoga dapat berhasil dengan baik. Pihaknya tetap meminta para karyawan atau buruh untuk selalu berprasangka baik. Saling menghormati dan menggunakan kalimat-kalimat edukatif. Filosofinya pemakaian masker adalah berbicaralah yang baik. Jika tidak mampu berbicara dengan baik lebih baik diam. “Pandemi virus covid -19 masih tinggi dan memasuki gelombang kedua yang lebih mematikan. Saya meminta untuk dijaga betul kesehatannya,” ungkapnya.

Sementara kepala BPJS ketenagakerjaan Surakarta, Hasan Fahmi mengatakan semangat hari buruh ini menjadi momentum agar semua karyawan atau pekerja mendaftakan ke BPJS ketenagakerjaan. Hal ini sebagai perlindungan diri kecelakan kerja, jaminan tua dan pensiun. Jumlah peserta di Kabupaten Karanganyar mencapai 74.525, baik badan usaha swata, institusi Pemerintah dan lembaga usaha. Namun demikian, angka tersebut masih 30-40 persen saja. Sedangkan 60 persen diantara belum mendaftarkan diri atau ikut dalam program BPJS ketenagakerjaan. “Claim pada tahun 2020 adalah jumlahnya Rp 37 .929 .714.319 dengan jumlah kasus 5614. Sedangkan di tahun 2021  sebanyak 1688 kasus dengan klaim sebesar Rp 15. 090.137,251. bayangkan manfaat dirasakan oleh pekerja di Kabupaten Karanganyar,” ungkapnya.

Melihat manfaat tersebut, pihaknya meminta, mendorong dan mengedukasikan pentingnya jaminan BPJS ketenagakerjaan. Hal ini untuk meminimalisir dampak yang lebih pada pekerja.  Hasan Fahmi meminta perusahaan-perusahan yang masih ada mendaftarkan untuk segera ikut karena manfaat dirasakan sangat luar biasa. Angka 60 persen yang belum ikut BPJS Ketenagakerjaan itu memang terbagi dalam perusahaan, usaha kecil dan mikro. Hal ini diakui Fahmi kesulitan untuk mengkoordinasi dengan usaha-usaha kecil dan mikro tersebut. “Usaha dan sosialisasi terus kami gencarkan termasuk kepada UMKM dengan menggendeng Pemerintah agar ikut dalam BPJS Ketenagkerjaan,” imbuh Fahmi. (hr/adt)