34 Desa Lokus Stunting, Pemkab Karanganyar Targetkan Angka Stunting Turun

 

Deklarasi Penandatangan bersama Menurunkan Stunting di Kabupaten Karanganyar, Senin (26/4)

KARANGANYAR- Upaya pencegahan sekaligus penurunan stunting di wilayah Kabupaten Karanganyar menjadi perhatian khusus Pemerintah. Ada 34 desa lokasi fokus (lokus) stunting di tujuh kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Senin (26/4).

Hal tersebut disampaikan Sri Purwanti selaku Plt. Dinas Kesehatan pada kegiatan rembug stunting tahun 2021 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Ia mengatakan desa lokus stunting berdasarkan pemantauan ada di 34 desa di tujuh Kecamatan yakni kecamatan Gondangrejo, Jatiyoso, Jatipuro, Jenawi, Kebakramat, Mojogedang dan Karangpandan.

Adapun 34 Desa lokus stunting meliputi desa Wonorejo, Jatiyoso, Plesungan, Sidomukti, Jatiroyo, Wukir sawit, Kemiri, Seloromo, Lempong, Kebak, Macanan, Gebyok, Pojok, Mojogedang, Sewurejo, Pereng, Waru.
Ini merupakan 16 desa lokus stunting tahun 2021 paling banyak di Kecamatan Mojogedang.

Sementara itu 18 desa perluasan lokus stunting adalah
Tlobo, Balong, Gumeng, Jatimulyo, Petung, Karangturi, Gondang manis, Rejo sari, Jatipuro, Trengguli, Harjosari, Karang, Wonokeling, Anggrasmanis, Karangsari, Jatiharjo, Jatisobo. Untuk lokus stunting tahun 2022 paling banyak adalah Kecamatan Jatiyoso dan Jatipuro.

“Rata rata angka stunting di Karanganyar 13,8 persen. Tahun 2019 turun menjadi 6,33 persen dan tahun 2020 menurun lagi menjadi 5,86 persen. Diharapkan segera mewujudkan penurunan kasus stunting di Karanganyar,”terang Sri Purwanti.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam arahannya menekankan pentingnya pendidikan agama, pendidikan keluarga, pendidikan gizi dalam masyarakat.

Menurutnya upaya mencegah stunting menjadi tugas mulia kita. Ini harus kita kejar karena dalam pendidikan agama ini adalah konverhensif.

“Kegiatan ini sudah seperti apa yang sudah bapak ibu baca dalam setiap mengaji.
Dan hendaklah kamu sekalian cemas melihat generasi yang akan datang, maka berkata katalah yg baik dan benar,”tutur Bupati saat mengutip satu ayat dalam Al Qur’an.

Orang nomor satu di Karanganyar tersebut menekankan pentingnya menindaklanjuti program program yang baik sebagai upaya mencegah stunting.
Sebagaimana pemberian gizi yang optimal, pentingnya kewajiban ibu menyusui anak hingga usia dua tahun.

“Tolong didata benar benar. Akan kita genjot dengan gizi. Kasih asupan gizi, kumpulkan ibu ibu hamil karena tidak semua wanita hamil mengerti pendidikan keluarga, pendidikan gizi,”pesan Bupati.
Diskominfo (ind/dn)