Program Padat Karya Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono hadir dan meresmikan launching Program Padat Karya Di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten

 

KARANGANYAR – Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahaan Rakyat (PUPR) memilih tiga desa di Kabupaten Karanganyar untuk melaksanakan padat karya tunai (PKT) program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Dengan diambilnya tiga desa tersebut berarti memperkerjakan 170 warga selama 60 hari dengan upah pantas.

“Program ini menyasar lokasi yang telah disentuh pembangunan infrastruktur program Kotaku melalui lembaga keswadayaan masyarakat. Di Jawa Tengah terdapat 208 desa yang tersebar di 24 kabupaten/kota Sedangkan untuk Karanganyar ada tiga desa yakni Desa Ngringo (Jaten, Desa Alastuwa dan Nangsri (Kebakkramat),” papar Kepala Satuan Kerja P3W2 Jawa Tengah, Anggoro Putro saat launching PKT di Desa Ngringo,Jaten, Karanganyar, Senin (19/4).

Dia menambahkan dana yang dikucurkan di masing-masing desa Rp300 juta. 70 persen untuk mengupah tenaga kerja sedangkan 30 persen beli material bahan bangunan. Calon tenaga kerja dipilih dari warga sekitar ber-KTP desa tersebut. Terutama dari keluarga pas-pasan. Mereka diupah sesuai standar di wilayah masing-masing. Di Karanganyar, per orang berhak Rp80 ribu per hari. “Bisa jadi upahnya di daerah lain tidak sama. Itu menyesuaikan standar di daerahnya. Saat mereka bekerja di lapangan ada pendamping dari satker. Seperti memandu teknis pengerjaan sampai memastikan tahapan-tahapan terpenuhi. Ini bukan bangun baru, tapi sifatnya rehab,” katanya.

Di Desa Ngringo, bidang yang dikerjakan berupa pemeliharaan jalan cor rabat dan saluran irigasi sekitar 500 meter. Anggoro mengatakan pemberian program PKT tak sekadar memperbaiki aset hasil kerja Kementrian PU melalui Kotaku, namun juga ikut memulihkan perekonomian masyarakat di tengah Pandemi Covid-19. Upah yang diberikan ke mereka diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat. Selama bekerja, para pekerja harian itu juga dijamin asuransi.

“Pencairan dana di rekening BKM. Dari BKM itu nanti yang mengkoordinasi pengupahannya,” katanya.

Sementara Bupati Karanganyar Juliyatmono mengakui daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19 melemah. Adanya PKT dari Satker Kementrian PU diharapkan membantu memulihkannya. Kualitas pekerjaan oleh warga yang dijadikan pekerja harian itu diharapkan memenuhi kriteria. “Program ini sifatnya bantuan tapi memang harus bekerja dulu. Silakan diselesaikan pekerjaannya. Yang penting harus dibayar,” katanya.

Sedangkan Suwarno warga Ngringo RT 02 RW XI mengatakan bidang pekerjaannya pemeliharaan saluran drainase. Ia bersyukur bisa memperoleh pekerjaan selama dua bulan. “Sebelumnya tidak ada pekerjaan. Kadang serabutan. Kalau ini dapat dua bulan, bersyukur. Upah Rp80 ribu per hari sebenarnya kurang tapi mau bagaimana lagi itu jatahnya,” katanya. (Ina/Ana/hr)