Masyarakat Mulai Jenuh Dengan Prokes, DKK Giatkan Sosialisasi ke ASN

Nuk Suwarni, Kabid Kesehatan Masyarakat DKK memberikan sosialisasi kepada ASN untuk tetap menggunakan Prokes

 

KARANGANYAR – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengamati akhir-akhir ini, masyarakat sudah mulai jenuh dengan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam rangka mengurangi penyebaran kasus covid 19 di Bumi Intapari. Buktinya, jenuh di rumah mulai liburan tanpa memperhatikan prokes, hajatan juga masih ada yang duduk dengan berlama-lama. Padahal penambahan kasus covid 19 di Kabupaten Karanganyar masih signifikan yakni 50 kasus. meskipun banyak yang sembuh, namun jika di lihat di web resmi Pemerintah dan grafiknya penambahan kasus naik secara pelan-pelan.

“Jika dilihat digrafik, kasus covid 19 naik secara pelan-pelan. Kenaikan kasus itu terjadi pada pasien rawat inap. Klau untuk isolasi mandiri sedikit,” papar Kabid Kesehatan Masyarakat (DKK), Nuk Suwarni, SKM pada saat sosialisasi di ASN di lingkungan Setda dan Diskominfo, (22/03).

Dia menambahkan gejala saat ini sudah bervariasi dan tidak hanya tidak bisa mencium bau atau merasakan masakan makanan. Namun gejalanya tiba-tiba panas, batuk dan lain sebagainya. Pada saat ini, Nuk Suwarni meminta ASN juga gencar mensosialisasikan untuk tetap prokes. “Yang prokes saja bisa kena apalagi tidak prokes. ASN kami harapkan dapat membantu sosialisasi agar covid 19 dapat ditekan,” imbuhnya.

Nuk mengatakan Prokes dmnpun berada untuk terus digiatkan. Hindari kerumunan dan jangan berbondong-bondong apalagi berkerumun. Jika dari luar rumah di sampainya di rumah segera ganti baju dan membersihkan badan sehingga benar-benar bersih.  Jika mèrasakan badan tidak enak makan diharapkan untuk istirahat terlebih dahulu.  Jangan buru-buru aktivitas. “Meskipun di vaksin saya berharap tetap menjaga prokes 3m dan hindari 3k (kontak erat, kerumunan, kamar tertutup). “Jangan berlama lama di dalam ruang ber ac.  Jika ada di suatu tempat buka jendela luas-luasnya. Agar kasus covid segera bisa menurun,” tandasnya. (ina/ana)