Seminar Nasional Hari Perempuan Sedunia, Pentingnya Keterwakilan Perempuan Dalam Lembaga Pengambil Keputusan

Kominfo
Narsum : dr. Hj Farida Nurhayati selaku dokter yang aktif di Puskesmas Kebakkramat, Karanganyar sekaligus istri Wakil Bupati Karanganyar, Selasa 9/3/2021

KARANGANYAR-Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Kabupaten karanganyar mengadakan seminar perempuan nasional bertemakan “perempuan masa kini : berkarya dan berbudaya” yang dilaksanakan di rumah dinas wakil bupati pada Selasa (9/3/2021). Seminar ini dibuka oleh bapak Rober Christanto selaku wakil bupati karanganyar.

“Ini sebuah inovasi, mengingat bahwa acara acara seperti ini bisa membawa pengertian bahwa prempuan itu sudah setara dgn kaum laki-laki. Sudah terbukti kaum perempuan sebagai pondasi untuk meneruskan generasi-generasi kedepan. Bahwa perempuan dibutuhkan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Semoga seminar nasional ini bisa menjadikan manfaat bagi kita sekalian.” Tutur pak rober dalam sambutannya.

Selain itu seminar ini juga mengundang istri dari Wakil Bupati Ibu dr. Hj Farida Nurhayati sebagai narasumber. Dalam penyampaian materi ibu Farida mengangkat pembahasan tentang Peran perempuan dalam pemegang kebijakan. Beliau menjelaskan bahwa dalam pemegang kebijakan terdapat 3 peran perempuan yaitu salah satu bentuk kesetaraan antara perempuan dan laki laki adalah keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif (30% dalam bidang politik) hal ini sangat penting karena berguna untuk mengakomodasi aspirasi. Yang kedua keterwakilan perempuan dalam mengawal produk legislasi berupa perundang-undangan yang menjamin tidak ada diskriminasi perempuan. Terakhir, mengawal kebijakan APBDN dan APBD yang di distribusikan merata untuk pembangunan serta memperhatikan kebutuhan perempuan, anak, dan kaum disabilitas.

Dalam menjalankan peran peran di atas tentunya terdapat hambatan bagi perempuan seperti kurangnya kehendak politik (kurang meminati), peran ganda dalam perempuan, serta karena kuatnya stereotype dimasyarakat bahwa perempuan lebih lemah di banding laki-laki. Lalu bagaimana cara mengatasi hambatan hambatan tersebut? Beliau menjelaskan bahwa untuk mengatasi hambatan hambatan tersebut adalah dengan melakukan interaksi dengan banyak orang.

Diskominfo (ind/fatma)