Juliyatmono : PPKM Skala Mikro Itu Konsep Saya Sudah Sejak Lama

KARANGANYAR – Rencana Pemerintah Kabupaten Karanganyar menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro rupanya sudah tidak canggung. Sebab konsep PPKM Skala Mikro adalah konsep Bupati Karanganyar sejak dulu. Jika memang satu orang terkena covid 19, maka yang di lockdown itu adalah satu RT tersebut dan tidak satu desa. Sehingga aktivitas perekonomian tetap bisa berjalan dengan baik.

“Itu konsep saya sejak awal covid 19 muncul. Yakni lockdown satu RT jika ada orang yang terkena bukan satu desa,” ungkap Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat dikonfirmasi mengenai PPKM skala mikro usai sidak di RSUD Karanganyar, Selasa (09/02).

Dia menambahkan misalnya di RT ada covid, satgas di tingkat desa bergerak bergerak di lingkungan RT dan RT tersebut harus menghentikan kegiatan selama 14 hari. Sedangkan RT Lainnya tetap bisa beraktivitas seperti biasa. “Jika satu desa lockdown maka potensi ekonomi tidak bergerak. PPKM Skala mikro artinya PPKM berbasis RT dan Satgas ada di desa dan kecamatan tinggal mengamati,” tambahnya.

Sementara  Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdaganerkop) dan UKM Karanganyar membentuk program Skill Development Center (SDC) untuk menyiapkan para angkatan kerja. Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi menyampaikan, program SDC untuk memberikan pelatihan kepada para angkatan kerja. Ada beberapa bidang pelatihan yang diberikan kepada para peserta seperti kuliner, menjahit, pengolahan bahan pertanian, las dan lainnya.

Dia menuturkan, sampai saat ini sudah ada sekitar 2.000-an orang yang telah mendaftarkan diri dalam program SDC. Nantinya dalam pelaksanaan pelatihan tetap mempertimbangkan kondisi terkini terutama pandemi Covid-19. Kalau memungkinkan tatap muka ya tatap muka. Kalau tidak ya virtual. Prakteknya tetap datang. Ini masih tahap mengajukan anggaran, sekitar Rp 1,6 miliar. Dapatnya berapa tergantung Pak Bupati. Per orang paling tidak anggarannya Rp 5 juta,” katanya kepada wartawan.

Selain bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Karangpandan, dinas terkait juga akan menggandeng SMK yang ada di Karanganyar. Martadi menuturkan, sudah melakukan survei sekolah mana saja yang layak untuk mengadakan pelatihan. Ada 11 sekolahan yang telah disurvei. Lanjutnya pelatih atau instruktur dalam program tersebut nantinya selain menggandeng instruktur dari BLK juga dari instruktur lain. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan guru-guru yang ada di SMK untuk memberikan pelatihan.  “Program ini utamanya untuk anak-anak petani dan buruh. Nantinya dengan adanya SDC itu dapat menyiapkan para angkatan kerja.  Penempatan kerja bisa saja kita salurkan. Kita dari dinas kan ada yang mencari lowongan kerja di perusahaan. Semisal nanti pabrik sepatu butuh berapa orang, pabrik garment butuh berapa orang,” jelasnya Martadi. (hr/adt)