11-25 Januari Karanganyar Berlakukan PPKM, Kegiatan Masyarakat Dibatasi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Karanganyar mulai memberlakukan PPKM selama 14 hari

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta seluruh masyarakat untuk menahan diri tidak terlalu banyak aktivitas di luar rumah selama 14 hari dari mulai tanggal 11-25 Januari. Pembatasan tersebut diberlakukan setelah Karanganyar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai instruksi dari Mendagri dan Gubernur Jawa Tengah.

“PPKM ini diberlakukan mengingat angka terpapar covid 19 sudah diatas rata-rata tingkat nasional. Penyebarannya sudah melampaui prosentasi yang telah ditentukan. Oleh karena itu PPKM, mulai besok pagi serentak, hingga 25 Januari mendatang,” papar Bupati Karanganyar pada saat melantik Petugas Pemungut Zakat (PPZ) di Gedung DPRD Karanganyar, Minggu (10/01).

Orang nomor satu di Karanganyar menambahkan kegiatan di kantor bisa melalui dilakukan dengan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Sedangkan 25 persen bertugas di Kantor. Sebab saat ini sudah ada Klaster kantor, klaster rumah tangga, Klaster sebagian hajatan. Lonjakannya sangat signifikan, sebab satu hari bisa menembus 500 orang, meskipun yang sembuh juga 150 an orang. “Covid itu nyata dan ada dan beberapa orang yang terpapar betul-betuk merasakan kesusahaan yang luar biasa. Diserang bernafasan, penciuman dan tubuh menggigil. Mencium bau apapun sudah tidak bisa dan tidak bisa merasakan jenis makanan. Termasuk badannya terasa menggingil kedinginan,” imbuhnya

Bupati Karanganyar mengatakan masyarakat tidak boleh menyepelekkan. Virus ini benar nyata dan tidak ada rekayasa. Pihaknya meminta masyarakat untuk menahan diri 14 hari. Semua fasilitas umum dan sosial akan ditutup mulai pukul 19.00. Jam malam bakal diberlakukan kepada siapapun. Fasilitas tempat ibadah hanya 50 persen saja. Kemudian tidak boleh ada hajatan. “Bagi yang sudah terlanjur dengan sistem banyu mili. Datang langsung pulang dengan membawa makanan. Tidak boleh ada hiburan karena hiburan cenderng kerumunan. Semua disiplin, diharapkan dengan demikian ada penurunan grafik tarpapar covid 19,” tambahnya. (hr/adt)