Kades Suruhkalang Gerak Cepat Tangani Sampah Liar, Kerjasama Dengan DKK Cari Pembuang Sampah Alat Medis

Kepala Desa Suruh Kalang, Mawan Thohari mengumpulkan sampah bekas alat medis

 

KARANGANYAR – Kepala Desa, Suruh Kalang, Kecamatan Jaten, Mawan Thohari bergerak cepat tangani sampah liar di desanya. Tiga titik lokasi yang disinyalir jadi pembuang sampah ilegal dibersihkan dengan cara dibakar dengan warga setempat. Namun betapa kaget, Kepala Desa yang masih muda tersebut menemukan sampah alat medis di salah satu tempat pembuangan sampah liar di dekat jembatan wilayah Dukuh Sanggrahan RT 03 RW 3 Desa Suruh Kalang, Kecamatan Jaten.

“Sampah medis berupa spet, jarum suntik dan ampul injeksi, dibuang sembarangan di tepi jalan di wilayah Dukuh Sanggrahan RT 3 RW 3 Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten. Sampah medis itu diwadahi plastik besar dan ditemukan di bawah tumpukan sampah,” papar Mawan Thohari.

Khawatir membahayakan, sampah medis tersebut sempat dibakar. Namun hanya sebagian yang hancur, sebagian lainnya masih utuh. Bergerak cepar, kades berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar dan Puskesmas Jaten. Mendapat laporan tersebut, petugas dari instansi tersebut turun ke lokasi untuk mengecek. Sampah medis yang masih tersisa, kemudian diambil dan dimasukkan kardus, untuk selanjutnya dibawa ke Puskesmas Jaten 1 dan disimpan di ruang penyimpanan khusus, sebelum nantinya dimusnahkan sesuai prosedur pemusnahan sampah medis.

Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Karanganyar Joko Purnomo mengatakan akan melacak dari mana sampah medis tersebut berasal.

“Pembuangan sampah medis harus dengan prosedur khusus. Tidak boleh dibuang sembarangan, karena bersifat infeksius dan bisa membahayakan orang lain. Makanya akan dilacak, dari mana kemungkinan sampah medis itu berasal,” jelasnya.

Pelacakan dilakukan dengan mengecek ke jaringan Puskesmas Jaten 1 yakni puskesmas pembantu (pustu) dan Pos Kesehatan Desa (PKD), serta jejaring Puskesmas Jaten 1 yakni dokter praktik pribadi, bidan, hingga klinik swasta.

“Meskipun ada kemungkinan juga, sampah medis itu berasal dari luar wilayah. Sebab, lokasinya berbatasan dengan daerah lain. Namun akan ditelusuri. Sebab, dalam pengajuan izin operasional, ada dokumen kerjasama dengan rekanan yang khusus menangani limbah medis. Apakah mungkin kontrak dengan rekanan sudah habis, atau bagaimana, nanti dicek,” lanjutnya.

Dia memastikan, sampah medis itu berkaitan dengan fasilitas kesehatan. Jika pelaku pembuangannya ketahuan, tidak menutup kemungkinan izin operasionalnya bisa dicabut. “Kan ngisin-ngisini. Hari gini masih membuang sampah medis sembarangan. Apalagi itu melanggar prosedur,” imbuhnya. (hr/adt)