Petani Lega, Pemkab Dan PLN Bantu Irigasi Persawahaan Menggunakan Listrik

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan GM PLN Jateng-DIY, meresmikan bantuan pemasangan listrik untuk pertanian di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat

 KARANGANYAR – Sebanyak 35 kelompok tani di Kabupaten Karanganyar mendapatkan bantuan pemasangan listrik untuk irigasi persawahan. Para petani tidak perlu repot lagi menggunakan diesel dan membeli bahan bakar. Ditambah lagi, aliran listrik tersebut lebih efisien daripada menggunakan diesel dalam mengairi sawah.

“Bantuan memang belum menjangkau seluruh wilayah kabupaten Karanganyar. Dari 35 kelompok tersebut berada di Kecamatan Jaten, Kebakkramat, Gondangrejo, Tasikmadu dan Karanganyar. Untuk kecamatan Jaten ada 3 titik, Tasikmadu 14 titik, Karanganyar 3 titik, Kebakkramat 10 titik dan Gondangrejo ada 5 titik,” papar Plt Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanana, Ir Riyanto Sujudi pada saat memberikan sambutan peresmian bantuan tersebut di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, (23/12).

Dia menambahkan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Mereka tidak perlu repot lagi mencari bahan bakar hanya untuk mengairi areal pertanian.

Sementara General Manager PLN Jateng-DIY, Feby Joko Priharto mengatakan saat ini semua sektor kehidupan menggunakan listrik. Di Dapur, Kendaraan, dan semua sektor kehidupan menggunakan listrik. Termasuk hari ini, program bantuan Listrik untuk mengairi areal pertanian. “Ini sangat mendukung eko green,  lebih efeisen dan jelas lebih murah daripada diesel,” ungkapnya.

Info terbaru, saat ini pihaknya sudah menyiapkan tiga gardu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk kendaraan listrik. Yakni dia rest area tol 319 a 319 b di Sragen dan satu lagi di Batam Kepulauan Riau. Pihaknya juga mengatakan listrik untuk tambak, tanah tanah pertanian.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan ke depan semua yang menggunakan diesel bakal diganti dengan listrik. Efisiensinya mencapai 60 persen, suaranya tenang dan tidak berisik. Pihaknya berharap dengan aliran listrik ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian jauh lebih bagus. Para petani ini jauh lebih senang kalau musim kemarau. Sebab hasil pertaniannya lebih bagus daripada musim penghujan. Ditambah dengan bantuan listrik, hasilnya aka lebih maksimal lagi. “Suarane tidak ada, luar biasa go green dan sangat efisiensi. Tantangan ke depan adalah persewaan diesel menjadi mati. Klau bisa dibeli mesin dieselnya dan ikut memasang aliran listrik,” ungkapnya.(hr/adt)