Tren Konflik Sosial Bermula Dari Medsos, Viral, Dibesar-besarkan, Bupati Ajak Untuk Berpikir Positif, Khosnudhun dan Berbaik sangka

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan jajaran Forkopimda mengadakan rapat koordinasi penanganan konflik sosial Kabupaten Karanganyar 2020 di pendopo rumah dinas bupati Karanganyar

 

KARANGANYAR – Tren konflik sosial saat ini bermulai media sosial. Bermulai dari kecil, kemudian viral dan dibesar-besarkan sehingga memicu konflik yang lebih besar. Perlunya menggunakan medsos yang bijak dan pentingnya semua berpikir positif, khusnudzon dan berbaik sangka.

“Konflik muncul terjadi karena prasangka, baik itu berupa mis komunikasi dan cara pandang yang berbeda saja. Oleh sebab itu, saya mengajak semua untuk selalu berpikir positif, khusnudhon dan berbaik sangka,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat rapat koordinasi Penanganan Konflik Sosial di rumah Dinas Bupati Karanganyar, (07/12)

Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar, menambahkan acara hari ini diniatkan untuk silaturahmi semoga dapat membawa manfaat yang besar untuk masyarakat kabupaten Karanganyar.  Menurut Bupati berpikir positif separo masalah selesai. Apalagi hanya cara pandang yang berbeda saja, bisa menyebabkan masalah. “Berangkat dari pemahaman agama kita, Tuhan menciptakan manusia paling bagus dengan naluri untuk berbuat baik. Namun Tuhan menguji dengan nafsu –alat ujianya iblis, setan dan lain-lain– dengan berbuat tidak baik. Manusia tinggal memilih apakah berbuat baik atau memilih sesuatu yang tidak baik,” ungkap Bupati.

Dalam teori  kebutuhan dasar atau teori maslow.  Lima kebutuhan dasar, itu semua harus paham agar bisa meredakan konflik dengan baik. Pertama kebutuhan pangan, minum, nikah, kedua kebutuhan rasa penghormatan, ketiga kebutuhan rasa tentram, keempat tengga rasa dan keterkaitan dengan kelompok. “Saya malam Minggu kemarin, ada sejumlah pengendara motor dengan menggunakan kendaraan brong-brong. Saya minta Kasatlantas untuk rasiz. pelaku kenakpot brong ini tidak tenggang rasa dan menganggu menganggu orang lain. Jika kita semua menyadari makanya semua akan baik-baik saja,” tambahnya.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masayarakat (Kesbangpolinmas), Bambang Sutarmanto mengatakan terima kasih kepada forkominda berkenan hadir dalam kesempatan ini. Rapat koordinasi Penanganan konflik sosial bertujuan untuk peningkatan kinerja dan sinegitas penanganan dan menyelesaikan konflik yang berkmebang di masyarakat. Hasil yang diharapkan untuk meningkatkan efektifitas secara terpadu sehingga mewujudkan situasi kondusif, aman dan terkendali guna melanjutkan pembangunan di Karanganyar. “Tim penanganan konflik sosial yang dibentuk oleh berdasarkan SK Bupati  Karanganyar nomor 300/136/2020 berasal instansi vertikal, organisasai perangkat daerah, dan organiasi kemasyarakat,” ujar Bambang Sutarmanto (hr/adt)