Desa Digital Di Kabupaten Malang, Perangkat Desa Wajib Membuat Berita (Seri 4)

Rombongan Diskominfo Karanganyar menyimak dengan baik penjelasan Kadiskominfo Kabupaten Malang

 

 

KARANGANYAR – Ada yang menarik, saat kunjungan keluarga besar Diskominfo Kabupaten Karanganyar dengan para wartawan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Apa itu ?, Desa Digital yakni semua desa di Kabupaten Malang mulai 2020 sudah mulai digital. Bahkan, perangkat desa diwajibkan untuk membuat berita tentang desanya sendiri. Berita mengenai potensi, keunggulan atau kekhasan dari masing-masing desa di Kabupaten Malang.

“Kami sudah memulai desa digital di tahun 2020 ini, kegiatannya Pemkab membuatkan web yang terkoneksi dengan kecamatan setempat. Kewajiban desa mengisi konten, termasuk beritanya,” papar Kabid Komunikasi Diskominfo Kabupaten Malang, Adi Supramono SE MM saat menjelaskan kepada rombongan Diskominfo Karanganyar pada saat studi tiru.

Rencananya tahun depan, 2021 Desa Digital ini ditingkatkan untuk pelayanan di desa. Misalnya orang membutuhkan KPT atau surat keterangan yang lainnya apa tidak perlu datang ke kantor, namun sudah menggunakan aplikasi. Desa menginput datanya, dilegalisasi kecamatan dan surat keterangan sudah jadi. “Namun hal ini masih dilakukan kajian mendalam dan rencananya akan diterapkan di tahun 2021. Intinya, pelayanan sudah menggunakan aplikasi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, rombongan dari studi tiru, Harun menanyakan perangkat desa dalam menulis berita apakah sudah ada pelatihan. Apakah juga melibatkan wartawan untuk mengerjakan penulisan berita pada perangkat  desa. “Apakah secara onfline, wartawan di Kabupaten Malang juga diajak untuk memberikan penyuluhan atau tata cara penulisan berita pada perangkat desa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz mengatakan untuk penulisan berita memang hanya untuk informasi desa saja. Pihaknya belum menggandeng wartawan untuk program tersebut. Namun demikian, untuk tim peliput di Kabupaten Malang juga diberikan bekal jurnalistik kepada ahlinya yakni para wartawan atau dari perguruan tinggi. “Pada saat pandemi saat ini, tehnologi sangat penting, sehingga diharapkan tim peliputan juga handal. Termasuk membuat berita, caption dan foto jurnalistik,” tandasnya. (bersambung)