BUMD Perbankan Harus Bantu Memperbanyak UMKM

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan semangat kepada karyawan dan karyawati BUMD Perbankan di Hotel Alana, Colomadu

KARANGANYAR – BUMD Perbankan di Kabupaten Karanganyar diminta untuk memperbanyak UMKM di Bumi Intanpari. Wujudnya adalah pemberian bantuan keuangan atau modal agar tumbuh UMKM di Karanganyar. Sebab saat ini yang masih bertahan di saat pandemi adalah sektor UMKM.

“Lihat saja Bali yang saat ini sepi karena wisatawan sebagaian besar dari manca negara. Justru yang tumbuh saat ini adalah wisatawan lokal atau domestik yang momen ini membuat UMKM tetap eksis,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat Pelatihaan dan Pembinaan Karyawan Karyawati BUMD Perbankan menghadapi tantangan bisnis Bank di Tahun 2021 di Hotel Alana Colomadu, Karanganyar, (04/12).

Bupati lantas mencontohkan orang pergi ke daerah wisata, beli cilok dan diunggah di sosmed. Contoh kecil inilah yang saat ini sering terjadi. Bahkan, tidak beli cilok sekedar putar-putar saja juga ada. Sehingga momen kesempatan ini harus dimanfaatkan Bank  untuk menambah modal para UMKM tersebut. “Disaat yang lain tertidur menunggu corona selesai, BUMD Perbankan harus tampil mencari peluang dan terobosan,” tambahnya.

Oleh karena itu, bupati meminta jajaran direksi untuk bekerja guyub rukun dengan semua karyawan dan karyawati di lingkungan masing-masing. Beri mereka semangat dalam bekerja seolah berada di rumah sendiri. Sehingga akan terjadi percepatan-percepatan yang menganggumkan. “Tidak usah meri atau iri dengan yang lain. Sebab rejeki sudah diatur dan dibagi masing-masing. Sehingga guyub rukun harus selalu diutamakan,” ungkap Juliyatmono.

Di era pandemi dan tahun 202i kemungkinan baru akan recovery secara ekonomi. Sebab untuk membeli mobil dan barang-barang lainnya sangat minim. Justru sektor makanan ini tetap eksis karena semua butuh makan. Diharapkan dengan kondisi seperti ini perbankan harus bisa mencari strategi jitu. Menurut Hermawan Kertajaya, belajarnya dari punokawan. Sebab punokawan itu memiliki ciri khas masing-masing. Jika Bagong adalah kreator, penuh kreasi, Petruk adalah inisiator, Gareng adalah entrepreneur dan Semar adalah leadhership atau pemimpin. Jika karyawan-karyawati mempunyai hal-hal tersebut maka bank tersebut akan unggul. (hr/adt)