580 Unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

Bupati Karanganyar menghadiri peresmian BSPS Kamis (3/12/20).

Pemkab Karanganyar menerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) 580 unit pada tahun 2020. Masing-masing penerima bantuan mendapatkan uang stimulan Rp17,5 juta.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karanganyar, BSPS tahun 2020 lebih banyak apabila dibandingkan tahun 2019. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar hanya mendapatkan 300 unit pada tahun lalu.

BSPS tahun 2020 disalurkan dalam dua tahap. Tahap satu sebanyak 120 unit disalurkan pada Maret lalu. Bantuan bersumber dari Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT). Tahap dua 460 unit disalurkan pada Juli. Bantuan bersumber dari national affordable housing program (NAHP) Bank Dunia.

“Tiap unit sama, Rp17,5 juta. Sasaran tahap satu [120 unit] di lima desa. Antara lain Kedungjeruk, Ngemplak, Gondangmanis, Kuto, dan lainnya. Tahap dua itu [460 unit] yang diresmikan Pak Bupati hari ini [Kamis]. Semua di sembilan desa di Kecamatan Gondangrejo,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) DPUPR Kabupaten Karanganyar, Nining Indrastuti pada kamis (3/12/2020).

Sembilan desa di Kecamatan Gondangrejo itu Desa Selokaton mendapat bantuan 60 unit, Desa Bulurejo mendapat 20 unit, Desa Tuban mendapat 20 unit, Desa Dayu mendapat 100 unit, Desa Jeruksawit mendapat 43 unit, Desa Jatikuwung mendapat 100 unit. Desa Rejosari mendapat 20 unit, Desa Wonorejo mendapat 40 unit, dan Desa Krendowahono mendapat 57 unit. Seluruh bantuan tersebut bersifat stimulan sehingga melibatkan swadaya masyarakat.

“DPUPR hanya sebagai tim teknis. Kami memantau kegiatan terlaksana 100 persen. Melakukan monitoring dan evaluasi spek bangunan dan lain-lain. Karanganyar selesai 100 persen sesuai target,” tutur dia.

Pemkab Karanganyar meresmikan pembangunan rumah layak huni dari BSPS itu di Desa Rejosari pada Kamis. Peresmian ditandai dengan pemasangan tanda khusus atau peneng di setiap rumah. Hal senada disampaikan Fasilitator Lapangan BSPS Desa Rejosari, Rohmadi. Desa Rejosari mendapat bantuan 20 unit rumah layah huni. Dia menjelaskan sasaran bantuan untuk rehabilitasi rumah dan peningkatan kualitas rumah.

“Rumah yang layak dari aspek kesehatan, pencahayaan, dan keamanan. Misal rumah semi permanen, tidak memiliki jendela, belum memiliki kamar mandi cuci kakus [MCK] atau sudah ada tetapi semi permanen. Rata-rata di Rejosari ini harus dibangun dari nol karena belum ada pondasi,” tutur dia.

Rohmadi menjelaskan dana stimulan Rp17,5 juta digunakan untuk pembelian material Rp15 juta dan sisa Rp2,5 juta untuk honor tukang. Tetapi penerima bantuan tidak menerima dana secara tunai. Dana tersebut dimasukkan ke rekening. Dia menuturkan penerima bantuan itu sudah melewati seleksi dan verifikasi.

“Kelompok penerima bantuan menunjuk toko material atau suplier bangunan. Lalu uang dibayarkan ke toko material dan pihak toko mengirim barang sesuai RAB. Pengerjaan diserahkan ke masing-masing penerima bantuan. Program ini menumbuhkan kepedulian antarsesama,” jelas dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengapresiasi program dari pemerintah pusat tersebut. Dia berharap Kabupaten Karanganyar akan mendapat bantuan serupa tahun depan dan jumlah lebih banyak setiap tahun. Dia mengakui jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Karanganyar 5.000 unit hingga 6.000 unit. Bupati berencana menyelesaikan persoalan itu dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Kecamatan Gondangrejo ini masih banyak [rumah tidak layak huni]. Tahun 2021 akan jadi prioritas. Semoga pemerintah pusat menambah kapasitas bantuan tahun depan. Kades bantu pemerintah mendata secara akurat supaya Gondangrejo segera tuntas [RTLH],” tutur Bupati saat memberikan sambutan. (dn)