Pakde Joko Kaget ‘Mak Deg’ Wartawan di Malang Diajak Sosialisasi Cukai Rokok Dengan Dana Rp 1 Miliar (Seri 3)

 

Wartawan Suara Merdeka, Joko Dwi Hastanto (ketiga dari kanan) kritis soal DBH CHT untuk menggempur rokok ilegal
Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz

KARANGANYAR – Salah satu wartawan Media Cetak, Suara Merdeka, Joko Dwi Hastanto kaget wartawan di Kabupaten Malang dilibatkan untuk sosialisasi ketentuan cukai rokok dengan besaran Rp 1 miliar. Dana yang dikemas dalam Dana Bagi Hasil Cukai Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) itu dipergunakan untuk gempur rokok ilegal. Buktinya, wartawan yang akrab dipanggil Pakde Joko ini tertarik untuk menanyakan DBH CHT tersebut.

“Saya tidak terlalu asing dengan Kabupaten Malang. Yang jadi pertanyan saya adalah berapa besar untuk sosialiasai tersebut dan kegiatan apa saja,” papar wartawan senior tersebut saat kunjungan kerja wartawan dan Diskominfo Karanganyar di Diskominfo Kabupaten Malang.

Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz mengatakan menegaskan penting menggandeng media dalam rangka kampanye gempur rokok ilegal. Para wartawan diminta untuk menyampaikan informasi secara masih mengenai ketentuan cukai rokok. Bentuk kegiatannya adalah menyempaikan informasi seluas-luasnya mengenai cukai rokok. “Di Kabupaten Malang ini ada banyak pengusaha rokok. Kami menggandeng wartawan berusaha mengempur rokok ilegal,” tambahnya.

 

Selain itu, bersama Bea Cukai melakukan penindakan penindakan. Kegiatannya antara lain adalah memberikan pengetahuan kepada para pedagang rokok agar benar-benar tidak ada rokok ilegal. “Media dikumpulkan dan diberitahu tentang aturan cukai sehingga benar-benar dalam menulis bisa tepat. Ranah media tentu menyampailan kepada masyarakat mengenai hal tersebut. Dananya sekitar Rp 1 miliar,” pungkas Aniswaty Aziz. (bersambung)