Diskominfo dan Wartawan Studi Tiru di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Seri 2)

Awak Media dan Diskominfo Karanganyar memperhatikan dengan cermat paparan kepala Diskominfo Kabupaten Malang
Foto bersama dengan Kadinas Kominfo Kabupaten Malang

KARANGANYAR –  Rabu lalu (02/11) Diskominfo Karanganyar dan wartawan yang bertugas di Kabupaten Karanganyar melakukan studi tiru di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kunjungan itu diterima di ruang Rapat Anusapati Jl. Merdeka Timur No 3 Malang pukul 12.00 – selesai. Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo Pemkab Karanganyar, Drs Sujarno dengan peserta berjumlah 65 orang yang terdiri dari wartawan dan petugas liputan Diskominfo.

 

“Antara Karanganyar dan Kabupaten Malang, ulang tahunnya sama yakni di Bulan Nopember. Jika Karanganyar HUT ke 103 di tanggal 18 Nopember dan Kabupaten Malang HUT ke 1260 pada tanggal 28 Nopember,” ungkap Kadinas Kominfo, Karanganyar, Sujarno mengawali studi tiru tersebut.

 

Pihaknya ingin belajar sinergi Pemkab Malang dengan wartawan. Kemudian, apakah di Kabupaten Malang juga terdapat Media Center untuk para wartawan. Bagaimana pola hubungan antara Pemkab dengan wartawan dalam membangun citra Kabupaten Malang. “Kami belajar dari Kabupaten yang lebih tua dari kami. Sebenarnya bukan studi banding, mungkin lebih tepat studi tiru,” ungkapnya.

Kunjungan awak media dan Diskominfo Karanganyar ditemui oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz SE M.Si berserta kabid dan kasie. Dikatakan Aniswati Aziz bahwa Kabupaten Malang saat ini sedang menuju Smart City. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas kunjungan teman-teman media dan Diskominfo Kabupaten Karanganyar. Menurut Anis, Diskominfo Karanganyar mempunyai tiga tempat. Pertama di Daerah Harjosari sebagai kantor Induk (untuk menaungi server), kemudian di Pendopo Lama wilayah Kota dan komplek perkantoran Bupati di Lantai 9.  “Kabupaten Malang  adalah Kabupaten terluas kedua di Jawa Timur, dengan luas

353.468 hektar dengan wilayah administrasi, 33 kecamatan, 378 desa dan 12 kelurahaan. Kondisi . jumlah penduduk menurut BPS 2. 606.000 tapi menurut Disdukcapil sekitar 3 juta,” ujar Aniswaty.

Dia menambahkan Kabupaten Malang mengelola dana sekitar Rp 4  Trilun, dengan jumlah pegawai 22 ribu pegawai (11 ribu diantaranya guru). Pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 sekitar 5,5 persen, dengan angka kemiskinan 9,47 persen. Diskominfo Kabupaten Malang bertugas mensuport OPD dan bagian humas, kegiatan Bupati. “Produk hukum di Kabupaten Malang sudah dapat diakses oleh Kemenkum Ham. Kami harus menggunakan  aplikasi yang terhubung dengan media,” ungkapnya. (bersambung)