Melihat Desa Wisata, Pujon Kidul Malang Yang Mempesona (Seri 1)

Salah satu pengunjung di lokasi Desa Wisata Pujon Kidul, sedang berswafoto
Kepala Diskominfo Karanganyar, Sujarno didampingi Sekdin Diskominfo Eny Fauziah memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media ketika berada di Desa Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur

KARANGANYAR – Sedikitnya 20 media yang bertugas di Karanganyar bersama Diskominfo Karanganyar ‘ngangsu kawruh’ di Desa Wisata, Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur, Rabu-Kamis (2-3/11). Dalam menimba ilmu tersebut, puluhan jurnalis baik media cetak, online dan elektronika ingin berkontribusi aktif dalam mendatangkan wisatawan di Karanganyar. Bagaimana cara, trik, dan gaya BUMDes Pujon dalam mengembangkan Cafe Sawah Pujon Kidul dalam mendatangkan rupiah melalui pemandangan hamparan sawah dan bukit.

Begitu bus terparkir, puluhan ojek yang sebagian besar ibu-ibu sudah menyapa hangat awak media dan Diskominfo Karanganyar. maklum jarak, bus parkir dengan lokasi sekitar 700 meter. Ibu-ibu juga tidak berdandan layaknya menyambut tamu, tapi pakaian sehari-hari yang dikenakan. Yang terpenting, bisa mengantarkan pengunjung ke lokasi wisata. “Satu hari klau sedang ramai bisa mencapai 60 ribu. Namun klau sepi, ya bisa 20 ribu,” ujar Sunarti, salah satu ojek wanita.

Begitu di pintu masuk, crew dari BUMDes langsung mengecek suhu badan, dan diminta mencuci tangan. Pihak desa sengaja, sebelum sampai di kawasan cafe sawah melewatkan di sebuah hamparan yang sisi kanan dan kirinya terdapat bunga. Ada sebuah mushola dari bambu yang menambahkan kekhasan suasana. Yang menarik, juga ada ruang isolasi bagi pengunjung yang ditengarai atau terindikasi covid 19. Sepanjang jalan, menuju cafe sawah, kanan dan kiri disuguhkan dengan aneka usaha makanan dan minuman dari masyarakat setempat. Di depan warung-warung tersebut tertulis, dapat ditukar vouncher. Artinya, tiket sebesar Rp 10.000 ribu itu dengan rincian, Rp 5000 tiket masuk dan Rp 5000 dapat ditukar vouncher makanan dan aneka produk yang diperdagangankan. “Misalnya membeli apokat Rp 15.000, kita tinggal membayar Rp 10.000 saja. Trik ini cukup membuat pengunjung membeli sesuatu karena ada vouncher tersebut. Cara unik dan menarik yang bisa ditiru di Kabupaten Karanganyar, supaya para pedagang juga dapat laris dagangnnya,” ujar media online, Bramantyo.

Kesuksesaan sebuah tempat wisata, menurut Kepala Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Drs Sujarno M.Si didukung sosialisasi atau pengenalaan secara masif kepada khalayak luas. Kuncinya adalah kolaborasi Diskominfo dengan awa media yang bertugas di Kabupaten Karanganyar. “Kedua mitra tersebut bisa saling mendukung, bersinergi, berkolaborasi dan jejaring agar masyarakat luas berkunjung ke Kabupaten Karanganyar. Peran media sangat penting sehingga semua bisa mengenal dengan baik tempat wisata tersebut. (bersambung)