Dibiasakan Untuk Berdiskusi Bisa Mengurangi Narasi Berpikir Negatif

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menjadi pembicara utama dalam Rapat Koordinasi dengan FKUB se Solo Raya

 

KARANGANYAR – Mencermati perkembangan akhir-akhir ini, mulai dari perbedaan pandangan, Euforia beragama secara berlebihan menjadi hal yang harus dicermati. Jikalau pendekatan yang dilakukan dengan sentimen beragama maka akan tidak baik. Disinilah peran strategis Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dalam mengelola berbagai pandangan dan perbedaan tersebut. Tujuannya tetap bagaimana menjaga kerukunan sebagai sebuah bangsa atau daerah dengan keberagamaan tersebut.

“Ciptakan ruang-ruang untuk berdiskusi dan bertemu dengan antar pemeluk beragama. Terutama di kalangan pemuda agar mempunyai persepsi Indonesia dengan keberagamaan yang ada,” papar Bupati Karanganyar dalam membuka Rapat Koordinasi FKUB di Solo Raya di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Papahan Tasikmadu, Karanganyar, Senin (30/11).

Orang nomor satu di Karanganyar mengatakan dengan seringnya bertemu dan berdiskusi maka akan mengurangi gesekan-gesekan yang berbeda. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan hebat. Pihaknya yakin pada suatu saat nanti, Bangsa Indonesia akan menjadi besar karena kekayaan alamnya melimpah. Tinggal mengolah berpikir dan pikiran ini agar tetap mempunyai wawasan yang sama tentang kebangsaaan. “Modal kita untuk menjadi bangsa yang besar sudah ada yakni self convidence yang luar biasa. Ditengah gempuran covid 19 kita mampu bertahan dan keluar menjadi bangsa yang besar,” tambahnya.

FKUB diharapkan juga untuk penguatan toleransi. Sebab tidak usah menjelek-jelekkan agama atau keyakinan seseorang. Justru keragamaan ini tetap dipelihara dan dijaga. Pihaknya mengajak FKUB untuk sering mengajak pemuda berdiskusi dan berdialog. Dengan demikian, akan tercipta pemahamaan tentang kebangsaan dengan baik. “Saya pikir tidak usah takutlah dengan narasi-narasi tentang negatif. Semua harus berpikir positif,”imbuh Juliyatmono.

Ketua FKUB Kabupaten Karanganyar Achmad Hudaya mengatakan rapat koordinasi ini diselenggaraan di tengah pandemi. Sedianya yang hadir dalam forum sebanyak 126 dari FKUB Se Solo Raya. Kuncinya adalah disiplin agar semuanya sehat semua. (hr/tgr)