Pandemi Covid-19, Diskominfo Minta UMKM Go Digital, Disdagnakerkop Bantu Produk Masuk Ke Ritel Modern

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Karanganyar, Drs Sujarno, M.Si (tengah) dan Kepala Disdagnakerkop, Martadi, S.Sos MM, dipandu moderator Sekretaris Diskominfo, Dra Eny Fauziah MM

  

Upaya yang dilakukanPemkab Agar UMKM Tetap Eksis

KARANGANYAR – Di era pandemi seperti saat ini, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Karanganyar diminta untuk go digital. Pasalnya saat ini terkadi penurunan belanja ritel atau belanja langsung di pasar tradisional dan modern karena menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Dengan kondisi demikian, UMKM harus mengubah mindshet untuk go digital. Menggunakan aplikasi untuk menawarkan produknya yang lebih luas lagi.

“Momentum untuk ‘memaksa’ para pelaku usaha terutama UMKM untuk mulai beralih ke platform digital sebagai sarana pemasaran. Dalam kurun waktu 2015 – 2020 transaksi digital di Indonesia telah naik sebanyak 9 kali lipat. Menariknya lagi, Pada tahun kuartal ketiga tahun 2020 transaksi digital di Indonesia menembus angka Rp. 1.850 Trilyun   (Sumber : Kominfo/ Bareksa, 2020) ,” papar Kepala Dinaskominfo Kabupaten Karanganyar, Drs Sujarno, M.Si dalam Webinar Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Jumat Pagi. (27/11).

Menurut Sujarno, Pemkab Karanganyar telah memberikan ruang layanan untuk UMKM mempromosikan daganganya. Yakni aplikasi SEMARAK (Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar), sebuah Platform Marketplace khusus untuk warga Karanganyar. Pada aplikasi tersebut juga menjadi ruang bagi para UMKM untuk berdiskusi. Aplikasi SEMARAK seperti halnya dengan Tokopedia, Shoppe, Bukalapak namun khusus untuk UMKM di Bumi Intanpari. “Produk barang dan jasa ditawarkan melalui toko virtual yang terintegrasi dengan Google Maps untuk menautkan toko virtual dengan lokasi toko fisik. Hal ini dirancang sebagai perwujudan Misi Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar 2018 – 2023, yaitu Pemberdayaan Perekonomian Rakyat, yang dalam hal ini dengan menggunakan Teknologi Informasi,” tambahnya.

Kelebihan Semarak, menurut orang nomor satu di Diskominfo tersebut penjual akan diverifikasi datanya melalui data NIK pada saat pendaftaran, hanya pengguna dengan NIK yang tercatat di basis data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karanganyar yang dapat menjadi penjual, sedangkan pembeli bisa darimana saja, seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia, tidak dibatasi NIK. Kemudian, gratis dan tanpa iklan, produk ditampilkan sesuai dengan waktu upload terkini menurut kesesuaian kategori, semakin aktif, semakin besar dilihat oleh pembeli potensial. “Data disimpan/ dihosting di server Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, sehingga data kependudukan aman,” ungkapnya.

Dipandu moderator Eny Fauziah yang juga Sekretaris Diskominfo Kabupaten Karanganyar acara semakin menarik. Sebab banyak pertanyaan dari audiensi mengenai aplikasi semarak tersebut. Webinar diikuti oleh masing masing sekretaris OPD, Sekretaris Camat  dan sekretaris Desa atau perangkat desa yang kami harapkan juga mengisi link form e sertifikat, nanti  bisa mendapatkan elektronik  sertifikat. Serta webinar disiarkan live streaming melalui youtube webinar KPC-PEN Kab Karanganyar. Webinar ini sangat menarik karena pandemi Covid -19 ini membawa pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan manusia, termasuk juga di masyarakat Karanganyar. Salah satunya adalah sektor  ekonomi, antara lain banyak tenaga kerja yang di PHK yang mengakibatkan jumlah pengangguran meningkat, daya beli masyarakat turun, kemudian kredit macet dan lain sebagainya .Yang nanti akan dikupas pada webinar ini.

Selain Kepala Diskominfo Kabupaten Karanganyar, webinar tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Perdagangan,Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Karanganyar, Martadi,S.Sos dengan materi Peran Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi Dan Ukm Dalam Membantu Umkm Di Masa Pandemi Covid 19. Pada kesempatan itu, Martadi mengatakan awal pandemi ada kegiatan fasilitasi kurasi produk UMKM dengan pihak Indomaret. Artinya produk UMKM bisa masuk ke Indomart dan Alfamart. Kemudian, kerjasama pengadaan pembelian masker oleh Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Kerjasama Bansos JPE dari Dinkop UKM provinsi Jawa Tengah sebanyak 2 tahap. “18 November 2020, Indomaret Launcing Produk UMKM sebanyak 19 Produk hasil kurasi bisa masuk toko Ritel Modern Indomaret. Bukan itu, saja Disdagnakerkop juga memfasilitasi kerjasama UMKM bidang Kuliner/Makanan dengan pihak Grab (GrabFood),” ungkapnya. (hr)