Kasus HIV AIDS Tambah 12 Kasus Per Bulannya di Karanganyar

Wabup Karanganyar, Rober Cristanto memberikan arahan kepada KPA di rumah dinas wabup

 

 

KARANGANYAR – Disaat perhatian tertuju kapada covid 19, Penyakit HIV AIDS ternyata juga memprihatinkan. Sebab setiap bulannya terdapat 12 kasus baru penyakit yang belum ada obatnya ini. Bahkan, dalam kurun waktu Januari-Agustus 2020 terdapat 97 kasus baru HIV AIDS.

Sekretaris KPA Kabupaten Karanganyar, Jatmiko menyampaikan, 97 kasus baru HIV/AIDS itu tersebar di 17 kecamatan. Namun tidak di seluruh desa, rata-rata kasus terbanyak di wilayah perbatasan.  “Rata-rata perbulan ada 11 hingga 12 kasus baru. Dari segi usia, kalangan usia produktif mulai dari usia 30 hingga 45 tahun,” papar Jatmiko, Senin (16/11) saat audiens dengan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto di rumah dinas wakil bupati.

Dia menjelaskan, penemuan kasus berasal dari VCT (Voluntary Counseling dan Testing) secara acak yang dilakukan DKK Karanganyar, pengecekan darah dari PMI, dan pengecekan ibu hamil.  “Dibanding tahun sebelumnya, ada peningkatan. Kalau sebelumnya sekira 7 sampai 8 kasus,” ucapnya.

Menurutnya, masih banyak potensi kasus yang belum dideteksi. Mengingat yang menjadi kendala dalam penanggulangan HIV/Aids sekarang ini ialah anggaran untuk pelaksanaan VCT. Disamping masih fokus pada penanganan Covid-19.

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto menambahkan, perlu peran serta seluruh elemen masyarakat dalam rangka penanggulangan HIV/Aids. Pemkab Karanganyar akan mendorong dinas terkait seperti Dinas Sosial dan DKK untuk terus melakukan pengawasan serta pendampingan pada Orang Dengan HIV/Aids (ODHA).  “Ada pemantauan dari dinas selama pengobatan dan ada pendampingan untuk kegiatan keterampilan. “Sehingga bisa mandiri dan berkarya,” ucapnya. (her/adt)