Bupati Minta, RSUD Untuk Membuang Sekat-sekat Birokrasi, Mengkeluarga dan Beri Sentuhan Yang Baik Kepada Pasien

Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Aji memberikan paparan mengenai rumah sakit kebanggan masyarakat Karanganyar tersebut

 

KARANGANYAR – Saat Evaluasi Mutu Pelayanan dan Upaya Peningkatan Motivasi Kerja RSUD Karanganyar di Ruang Anthurium, Bupati Karanganyar berpesan banyak kepada tenaga medis dan pelayanan kesehatan. Pesan itu adalah RSUD diminta untuk membuang sekat-sekat birokrasi dan sering ngobrol bersama jika terjadi masalah. Buat sebuah ruangan, dimana tenaga medis bisa saling diskusi baik masalah penyakit, dan langkah-langkah ke depan yang baik sebagai rumah sakit unggulan milik Pemkab Karanganyar.

“Angen-angen saya (keinginana saya, Red) RSUD itu menjadi rumah atau tempat wisata kesehatan. Fasilitasnya lengkap, ada taman bunga, dan menjadi tempat Refreshing bagi siapa saja. Sehingga ketika pasien datang, bisa sembuh melihat rumah sakit yang nyaman dan menyenangkan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan motivasi tenaga dokter dan medis RSUD Karanganyar, (16/11).

Dia menambahkan secara periodik ngobrol  supaya lebih nyaman. Anggaplah Rumah sakit seperti rumahmu sehingga memberikan pengabdian terbaik. Secara struktural RSUD harus komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), karena rumah sakit ini adalah UPTnya DKK. Sehingga harus lebih sering berkoordinasi agar luwes. Namun secara manejemen adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga jika butuh apa-apa bisa dipenuhi hari itu juga. “Jika butuh bed, misalnya langsung saja membeli tidak perlu menunggu anggaran besok. Cukup izin bupati, saya menggunakan dana ini untuk beli bed, misalnya. Fleksibilitas, saya minta suwun lebih cepat,” tambahnya.

Sementara Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Aji, mengatakan bangga dengan akreditasi yang sudah dilalui oleh rumah sakit. Dalam proses akreditasi lalu tidak ada tujuan materi atau jabatan. Akredirtasi semata mata murni keinginan teman-teman karyawan RSUD. “Rumah sakit instansi yang komplek. Saya sering pusing, apalagi ini covid 19 juga meningkat,” ujar Iwan.  (hr/adt)