Bupati Minta Pemuda Muhamadiyah ‘Galak, Landep, Wani’

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan semangat kepada para pemuda Muhammdiyah dalam pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar periode muktamar XVII

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs Juliyatmono, MM hadir dalam pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Jumat (13/11) di rumah dinas Bupati. Saat memberikan ‘wejangan’ orang nomor satu di Karanganyar dengan tegas dan bersemangat meminta para pemuda Muhammadiyah untuk ‘Galak (Kritis)  Landep (Cerdas) dan Wani (Berani). Berbicara selama 33 menit, 36 detik, Pemuda Muhammadiyah  ibarat seperti  Matahari –-sesuai simbol Muhammadiyah—menyinari dan membangun untuk lebih banyak tampil di segala lini.

“Muhammadiyah simbolnya matahari dalam hasta brata harus berpikir kritis, cerdas dan berani. Tentunya dengan narasi logika dan cara berpikir yang baik,” ujar Juliyatmono.

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah tersebut, pemuda harus mampu berdakwah dengan era saat ini. Bagaimana karakter masyarakat Karanganyar, dan dakwah seperti apa yang mengena dan dapat dipahami masyarakat. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi bagian dari pengajian-pengajian ahad pagi. Dengan begitu, pemuda Muhammadiyah belajar secara lokal tampil dakwah di depan publik. “Ikuti dan ambil bagian dalam pengajian ahad pagi. Menghidupkan suasana masyarakat dengan aktif pengajian,” ujar Juliyatmono.

Selain itu, Bupati Karanganyar meminta pemuda Muhammadiyah harus berani. Sebab organiasi melatih pemuda untuk berani. Dahulu saat menjabat sebagai Pemuda Muhamadiyah di era orde baru, susahnya minta ampun untuk bertemu dengan camat atau kepala dinas. Sebab pemuda saat itu diarani ‘ijo’ atau tidak nasionalis. Hal itu membuat Juliyatmono merasa tertantang dan ingin membuktikan “mitos’ tersebut. “Saya katakan kepada Pak Samsuri, saya akan jadi Bupati. Ternyata benar, pemuda yang kritis, dan mempunyai pengalaman berorganisasi tentu akan beda dengan pemuda lainnya. Satu manfaat organiasasi adalah berani,” tandasnya.

Dalam berorganisasi pikiran juga terus diasah sehingga menjadi cerdas. Sebab orang akan menghargai seseorang sesuai ide dan pikiran. Dengan diolah terus menerus, pemuda yang sering berorganisasi akan berani dan kritis.

Dia akhir sambutan, Bupati Karanganyar mengajak pemuda untuk aktif ikut berdemokrasi. Demokratisasi adalah bagian dari dakwah pengambilan keputusan. Pemuda Muhammadiyah juga harus berjuang di jalur kebangsaan. Berdakwah di pemerintahaan juga menjadi bagian amat penting yang harus pemuda kuasai. “Pemuda Muhammadiyah harus menyiapkan kader di era demokratisasi seperti saat ini. Pemuda harus tampil dan berani dalam pengambilan keputusan,” ungkapnya.

Di Karanganyar sebentar lagi sudah ada kampus-kampus yang akan membuat Karanganyar lebih top. Kampus IAIN akan berada di Karanganyar, UNS di Bromo, Karanganyar. Pihaknya berharap PDM Karanganyar, membawa UMS berada di Karanganyar.

Sementara ketua PDM Muhammadiyah, Dr Muhammad Samsuri, M.Si mengatakan memang balum banyak kader sehebat  Juliyatmono. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa. PDM Muhammadiyah saat ini memberikan kesempatan seluas-luasnya pemuda untuk berkiprah. Buktinya, semua sekolah Muhammadiyah, kepala sekolahnya adalah pemuda. “Ditangan pemuda, sekolah Muhammadiyah jadi hebat. Sekolah Muhammadiyah ditangan pemuda mengalami kemajuan yang hebat,” tandasnya.

Kedua, menurut Samsuri  pemuda pelopor, pelangsung dan penyempurna. Jika perlu para pemuda bersama organisasi keagamaan yang lain bersatu. Bersama dengan pemuda MTA, LDII, NU dan lainnya membuat gebrakan kegiatan yang sama. (hr/adt)