Wisata Lembah Dungde Ramaikan Persaingan Wisata Di Karanganyar

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono hadir sekaligus meresmikan Wisata Lembah Dungde (WLD) di Dukuh Mlilir dan Dukuh Pucung, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Minggu(25/10/20).

Desa Wisata Lembah Dungde (WLD) di Dukuh Mlilir dan Dukuh Pucung, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar menawarkan paket wisata perdesaan.

Satu lagi desa di Kabupaten Karanganyar menawarkan wisata alam khas perdesaan. Tiga RT yakni RT 001, RT 002, dan RT 003/RW 013 di Dukuh Mlilir dan Dukuh Pucung, Desa Gentungan menawarkan wisata khas perdesaan. Wisata menawarkan pemandangan alam, yakni tol sawah atau disingkat Tolsa di Lembah Dungde, tubbing di Kali Kayen, dan petik buah di kebun jeruk lemon California.

Ada wisata edukasi, yaitu tanam padi organik dan panen padi, tanam jamur, pelihara kambing, kerajinan tas dari plastik, dan rumah tiwul dan nasi jagung. Wisatawan yang ingin memanjakan lidah dengan penganan, makanan, dan minuman tradisional dapat berkunjung ke Pasar Ciplukan. Pasar tiban dengan konsep zaman dulu buka setiap Minggu pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Untuk menikmati wisata tersebut, pengelola Desa WLD menyiapkan paket wisata khusus. Wisatawan cukup mengeluarkan Rp100.000 hingga Rp130.000 per orang. Fasilitas yang ditawarkan termasuk homestay di rumah penduduk satu hari satu malam, makan dua kali dan snack.

“Paket Rp100.000 itu bisa memilih tiga tempat wisata, homestay, dan makan. Paket Rp130.000 itu kami tambah belajar bermain gamelan pada malam hari. Silakan datang, kami layani sesuai kebutuhan. Bisa mengambil paket atau langsung ke objek wisata yang dituju,” kata Ketua Desa WLD, Mulyono, saat berbincang dengan wartawan di Pasar Ciplukan, Minggu (23/10/2020).

Desa WLD berdiri setahun ini. Desa wisata tersebut dirintis warga setempat. Mulyono, menyampaikan masing-masing objek wisata tersebut dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis). Lantas, pokdarwis tersebut menginduk kepada Desa WLD. Seluruh objek wisata di Desa Gentungan itu sudah berjalan setahun terakhir, tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar baru meresmikan pada Minggu. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meresmikan desa wisata tersebut dengan menandatangani prasasti.

“Semua [objek wisata] itu inisiatif warga. Tujuan awal kan untuk memberdayakan masyarakat. Objek wisata berkembang. Pasar Ciplukan itu terbaru, tiga bulan ini berjalan,” tutur dia.

Salah satu warga Dukuh Mlilir, Nur, berjualan pecel gendar, buah-buahan, dan minuman di Pasar Ciplukan. Dia mengaku mendapat tambahan penghasilan sejak membuka usaha satu kali dalam sepekan di pasar tiban. Pada hari biasa Nur berjualan bubur.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mendukung upaya masyarakat meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan potensi alam. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karanganyar itu mendorong masyarakat mengembangkan wisata sesuai potensi.

“Kami siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan. Semua yang ada di desa itu bisa untuk wisata. Orang sinau kehidupan silakan ke sini. Apapun ada di Karanganyar,” tutur Bupati saat memberikan sambutan sebelum meresmikan Desa Wisata Lembah Dungde. Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr)