Rakor penanganan covid-19 di wilayah Kabupaten Karanganyar, Sekda : Kasus covid banyak berkembang dari kluster keluarga dan perkantoran

Kominfo
Kepala BPBD sekaligus Sekretaris Gugus Depan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Sundoro saat menyampaikan perkembangan covid-19 terkini di wilayah Karanganyar, Kamis (15/10).

KARANGANYAR- Kasus covid di Kabupaten Karanganyar masih cukup tinggi. Kluster keluarga dan perkantoran saat ini menjadi kasus covid yang berkembang di Karanganyar.

Hal tersebut diungkapkan Sekda Karanganyar, Sutarno ketika mewakili Bupati Karanganyar dalam Rakor Penanganan Covid 19 di ruang Anthorium, Kamis(15/10). Pihaknya mengatakan butuh kerjasama antar instansi dalam penanganan covid. Apalagi kasus covid-19 masih cukup tinggi. Saat ini kasus yang berkembang dari kluster keluarga dan perkantoran.

“Untuk penanganan covid, semua harus bersinergi dalam memutus rantai persebaran di wilayah Karanganyar. Tetap terapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,”katanya.

Terkait dengan munculnya kluster perkantoran pihaknya belum menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Namun Pemkab Karanganyar terus melakukan penyemprotan disinfektan berkala di perkantoran pemerintah. Langkah ini untuk mencegah persebaran covid atau muncul kluster baru dari perkantoran.

“Sistem kerja masih biasa. Hanya saja semua instansi pemerintahan kita semprot disinfektan seminggu sekali,”tambahnya.

Sementara Sekretaris Gugus Depan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Sundoro menyatakan saat ini terjadi perubahan aturan. Sehingga saat ini Gugus Depan menjadi Satgas. Pihaknya pun berharap koordinasi antar instansi sehingga kasus covid di Karanganyar dapat ditekan. Apalagi dalam pelaporan perkembangan covid-19  di luar 10 besar untuk wilayah Jateng dan di luar 100 besar untuk nasional.

“Dalam pelaporan perkembangan covid, Pemkab Karanganyar berada diperingkat 11 tingkat Jateng dan 105 tingkat nasional,”katanya.

Sementara kasus positif covid di Karanganyar saat ini masih 106 kasus dengan rincian 65 pasien menjalani rawat inap dan 41 isolasi mandiri.
Diskominfo (dn/ind)