Juliyatmono ; Suksesnya Peternak Sapi Kalau Bisa Memproduksi Makanan Ternak Sendiri

Diskominfo
Juliyatmono saat kukuhkan Asosiasi Kelompok Ternak Sapi Lembu Lawu.

Pengukuhan dan Pembinaan Asosiasi Kelompok Ternak Sapi Lembu Lawu oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono berlangsung di Ruang Podang I Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar. Senin (12/10/20).

Asosiasi yang terbentuk sejak setahun lalu ini terdiri dari 12 kelompok tani , yang mana masing-masing kelompok tani beranggotakan sekitar 20 orang.

Populasi ternak sapi yang ada di Karanganyar saat ini sekitar 70 ribu ekor seperti dikemukakan oleh Siti Maisyaroch Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan dalam laporannya.

Dijelaskan pula bahwa Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan program SIKOMANDAN (Sapi kerbau Komoditas Andalan Negeri ), yang mana SIKOMANDAN itu sendiri merupakan kelanjutan dari program UPSUSSIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

SIKOMANDAN bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau secara berkelanjutan salah satu fokusnya adalah pada pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) massal. Nantinya diharapkan dominasi impor daging sapi dan kerbau di Indonesia berkurang.

Siti menambahkan bahwa tahun ini sapi bunting ditargetkan sejumlah 10.000 sementara target kelahiran adalah 7000 sapi dalam 1 tahun, sampai akhir September disampaikan jika sapi yang lahir sebanyak 450 ekor. “Dengan adanya asosiasi ini semoga bisa menambah populasi sapi yang ada di Karanganyar, sehingga bisa meningkatkan protein hewani dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani”, harapnya.

Kabid Budidaya Dinas PKH Provinsi Jawa Tengah, Slamet Kasiran dalam sambutannya menekankan beberapa poin terkait keberadaan asosiasi ini yakni perlunya Penguatan kelembagaan dan managemen kawasan, Pengembangan skala dan jenis usaha, Pengembangan investasi dan Kemitraan,Pengembangan Informasi dan penguatan jaringan pasar.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa jumlah sapi di Karanganyar belum cukup ideal, sehingga masih perlu dikembangkan secara maksimal.

Keberadaan asosiasi ini diharapkan mampu membangkitkan semangat dalam merawat dan memelihara sapi agar lebih baik “Asosiasi ini menyemangati kelompok-kelompok sapi, supaya antar kelompok sapi ini semangat apik-apikan carane ngopeni ”, imbuhnya. Diskominfo (An/Chel).