Pentingnya Imunisasi Untuk Kesehatan

Bupati Karanganyar Hadiri acara Forum Komunikasi Imunisasi

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar menghadiri pembukaan acara Forum Komunikasi Peduli Imunisasi Kabupaten Karanganyar di dampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (6/10/20).

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mulai 2017-2019, angka Unversal Child Immunization (UCI) di Kabupaten Karanganyar belum mencapai angka 100 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati menyampaikan, angka UCI di Karanganyar belum bisa mencapai 100 persen. Sejak tiga tahun terakhir, angka UCI baru mencapai 98 persen. Begitu juga angka bulan imunisasi sekolah belum bisa mencapai 100 persen, baru sekitar 97 persen.

Dari sekian daerah di Kabupaten Karanganyar, masih ada satu daerah dimana orang tua masih ragu untuk dilakukan imunisasi terhadap bayinya. “Masih ada satu daerah di Tawangmangu yang belum UCI ( imunisasi),” katanya.

Dia menjelaskan, imunisasi merupakan upaya preventif untuk mencegah timbulnya penyakit. Imunisasi bertujuan menurunkan angka kematian, kesakitan, dan kecatatan yang disebabkan oleh penyakit.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan angka UCI dan bulan imunisasi sekolah, DKK Karanganyar telah melakukan berbagai upaya seperti koordinasi ke kecamatan, advokasi ke pondok pesantren dan kunjungan ke rumah orang tua yang masih menolak dilakukan imunisasi terhadap bayinya.

“Dengan adanya forum komunikasi peduli imunisasi ini harapannya angka UCI dan bulan imunisasi sekolah bisa mencapai 100 persen,” ucapnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap, anggota forum komunikasi peduli imunisasi bisa ambil bagian dengan melakukan pendekatan kepada orang tua yang masih menolak dilakukan imunisasi terhadap bayinya.

“Spiritnya tidak boleh melemah, menyosialisasikan pentingnya imunisasi. Maka forum ini lebih ke menyamakan pandangan bahwa imunisasi penting. Supaya masyarakat yang masih ragu menjadi yakin, karena ada yang belum menerima dan mau anaknya diimunisasi,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati telah melakukan pendekatan kepada orang tua yang masih menolak dilakukan imunisasi terhadap bayinya di daerah Ngargoyoso. Menurutnya, keraguan untuk dilakukan imunisasi dilatarbelakangi faktor keyakinan terkait bahan baku vaksin imunisasi.

“Ternyata pemahaman mereka belum utuh terhadap imunisasi. Bahan bakunya itu mereka mendapat informasi yang tidak datang dari dunia kesehatan. Sehingga ada yg tidak mau,” terangnya.

Yang dikhawatirkan pemerintah itu apabila ada penularan penyakit yang dapat menyerang daya tahan tubuh manusia.

“Secara alamiah kalau masyarakat disiplin, imunnya cukup kuat. Tapi kekebalan itu harus diawali dari aspek kesehatan, sejak dini atau sejak kecil. Orang mau ibadah haji saja diimunisasi supaya tidak tertular virus dari negara lain,” tuturnya.

Bagi orang tua yang belum mau dilakukan imunisasi terhadap bayinya, pemerintah tidak bisa memaksa. Namun mereka diminta membuat surat pernyataan. Pemkab akan melakukan pendekatan dengan melakukan kunjungan ke rumah orang tua yang menolak imunisasi untuk mengetahui alasan kenapa belum mau dilakukan imunisasi. “Kalau nanti terjadi sesuatu jangan menyalahkan pemerintah dan negara. Apabila ada gangguan fisik dan penyebab penyebaran virus, jangan menuntut,” pungkasnya. Diskominfo (in/fy/cc)