Ditengah Pandemi, Bus Edukasi Physical Distancing Dilaunching

Asisten II Setda, Agus Cipto Waluyo memecahkan kendi tanda dimulainya layanan bus edukasi Physical Distancing

KARANGANYAR – Ditengah pandemi covid 19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bekerja sama dengan perusahaan otobus Damri launching bus edukasi physical distancing di depan Kantor Setda Karanganyar, Jumat (18/9).

Dengan armada yang dilengkapi dengan fasilitas protokol kesehatan tersebut, harapannya masyarakat dapat mengetahui dan paham bagaimana menggunakan layanan transportasi darat yang benar.

Armada bus edukasi physical distancing Damri ini memiliki 21 tempat duduk. Di dalamnya dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti AC, dan hiburan musik. Sebelum masuk bus, penumpang lebih dahulu diarahkan supaya mencuci tangan dan nantinya petugas akan mengecek suhu tubuh penumpang menggunakan thermal gun.

Rute perjalanan dari Alun-alun Karanganyar ke timur hingga simpang lima Bejen, kemudian ke selatan lantas ke barat hingga Kantor Disdukcapil, Papahan dan kembali lagi ke Alun-alun Karanganyar.

Sekali perjalanan dengan durasi sekitar 20 menit, penumpang dikenakan retribusi Rp 10 ribu per orang. Bus edukasi ini parkir di depan Setda Karanganyar. Bus beroperasi setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00.

GM PO Damri, Sugiyanto mengatakan, launching ini untuk memberikan edukasi sarana transportasi darat dan menghibur masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui cara menaiki transportasi yang benar terutama di tengah pandemi virus Covid-19 seperti saat ini.

“Ada dua bus. Operasionalnya mulai hari hari ini. Kita lihat nanti kebutuhannya. Bila masyarakat menghendaki tambahan, kita sediakan lagi. Maksimal penumpang 15 orang. Tiket Rp 10 ribu diganti dengan satu masker dan air mineral,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Karanganyar, Agus Cipto Waluyo menyampaikan, bus edukasi ini memberikan gambaran bagaimana transportasi darat yang sesuai dengan protokol kesehatan.
“Oleh karena itu niat baik ini harapannya bisa memberikan manfaat bagi semua,” ucapnya.

Kepala Dishub Karanganyar, Sri Suboko berharap dengan model bus edukasi physical distancing ini dapat menjadi contoh bagi usaha angkutan umum lainnya. Terkait sosialisasi serta operasional bus edukasi ini di wilayah Karanganyar, Dishub telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Karanganyar terkait rekayasa lalu lintas baik di depan Kantor Setda Karanganyar maupun sekitar Papahan.

“Nanti kita evaluasi terus. Nanti depan Kantor Setda yang biasa digunakan parkir sepeda motor disterilkan dulu. Sambil kita evaluasi nanti perkembangannya seperti apa,” pungkasnya. (hr/adt)