Kementerian Desa PDTT Terus Dorong Pemasaran Padi Organik Di Karanganyar

Diskominfo
Dirjen Pembangunan Desa Tertinggal Samsul Widodo saat berkunjung ke Gentungan Mojogedang

KARANGANYAR – Dirjen Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) melakukan kunjungan ke Desa Gentungan Mojogedang pada hari Rabu tanggal 9 September 2020.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) akan mendorong upaya pemasaran produk padi organik di wilayah Kabupaten Karanganyar.
Terdapat sekitar 200 hektar lahan pertanian yang menjadi percontohan penanaman padi organik. Luasan tersebut tersebar di lima kecamatan di 15 desa, Satu di antaranya yakni di Desa Gentungan Kecamatan Mojogedang yang dikelola oleh Kelompok Tani Mulyo I. Di Desa Gentungan terdapat sekitar 22 hektar yang ditanami padi organik.

Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa PDTT, Samsul Widodo mengatakan, maksud kedatangan rombongan ke Desa Gentungan lantaran tertarik dengan program penanaman padi organik. Sekaligus membantu kendala yang dialami para kelompok tani dalam memasarkan produk pertanian organik.

“Kalau mengurus produksi, petani jago secara turun temurun. Tapi bagaimana kami bisa membantu menjualkan hasil tani. Karena kendala di pemasaran. Kami mencoba mendatangkan para pembeli. kalau ini bisnis siapapun boleh siapa yang menawar,” katanya.

Lebih lanjut, rekanan yang hendak membeli produk padi organik dapat langsung melihat bagaimana kualitas dari produk itu secara langsung.

“Kita ajak ke lokasi sehingga dapat melihat kualitasnya. Kalau belum memenuhi syarat, kami membantu untuk meningkatkan kualitasnya,” ucap Samsul.

Asisten I Pemerintahan Setda Karanganyar, Sundoro menambahkan, Desa Gentungan ini merupakan pioner atau lokasi pertama penanaman padi organik di wilayah Karanganyar. Dia menjelaskan kerja sama dengan pihak ketiga terkait pemasaran produk padi organik harus betul-betul diperhatikan kualitas dan kuantitasnya. Sehingga apabila permintaan pasar meningkat, produksinya dapat tercukupi.

Di wilayah Karanganyar terdapat sekitar 200 hektar lahan yang digunakan untuk pengembangan padi organik.

“Konsekuensinya apabila kerja sama diperhatikan kualitas dan jumlahnya. Jadi harus konsisten. Berapa kita dapat mensuplai beras organik dalam sekali panen,” imbuhnya. Diskominfo (an&in).