BPS GELAR SENSUS PENDUDUK SEPTEMBER 2020 SECARA SERENTAK

Diskomino
Bupati Karanganyar saat didatangi petugas sensus dari BPS Karanganyar

KARANGANYAR-Bupati Karanganyar Juliyatmono didatangi petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar untuk melaksanakan Sensus Penduduk September 2020 di kediamannya, Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu. Selasa (8/09/20).

Kegiatan Lapangan Sensus Penduduk September 2020 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dari Tanggal 1 hingga 15 September 2020, tujuan kegiatan ini untuk mengetahui jumlah penduduk di suatu wilayah berdasarkan domisili/tempat tinggal sehari-sehari dan  bersadarkan jenis kelamin.

“Ada data penduduk berdasarkan KK, BPS ingin data penduduk berdasarkan domisili tanpa mengubah KK, nanti bisa dibandingkan data penduduk berdasarkan KK dan berdasarkan domisili disuatu  wilayah. Ada yang sudah meninggal didalam KK masih tercantum, ada yang lahir belum masuk di dalam KK” ungkap salah seorang petugas sensus dari BPS Karanganyar bernama Purwono.

Ditambahkan bahwa sebenarnya konsep awal  pendataan tidak hanya berdasarkan domisili dan jenis kelamin, namun juga berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, suku maupun agama. Berhubung ada Pandemi Covid-19 yang berimbas pada keterbatasan anggaran maka hanya data dasar (domisili & jenis kelamin) yang dilaksanakan.

Sensus Penduduk September 2020 ini merupakan tindak lanjut sensus penduduk online ,pihak BPS lakukan kroscek dengan Ketua RT dan melakukan verifikasi data warga yang sudah terkumpul, hal ini dimaksudkan untuk  mengurangi kunjungan ke rumah-rumah warga.

Dijelaskan pula terkait kendala teknis dilapangan, apabila suatu daerah terkena lockdown dan petugas BPS kesulitan memperoleh data dari Ketua RT.  Pihak BPS mengungkapkan belum ada solusi untuk mengatasinya, cara yang dilakukan hanya melapor ke tingkat provinsi dan pusat.

Nantinya data penduduk yang dihimpun ini akan dijadikan data dasar untuk perencanaan 10 tahun kedepan, bukan hanya ditingkat nasional namun digunakan sampai tingkat internasional.  Mengingat Data PBB dan UNESCO memakai data BPS.

Untuk sensus ini pihak BPS Karanganyar merekrut kurang lebih 800 orang mitra statistik, yang berasal dari kalangan mahasiswa, karang taruna, hingga perangkat desa  dan meraka dituntut untuk melaksanakan pekerjaan sampai selesai.

Sementara Juliyatmono menyampaikan  selaku Warga Negara Indonesia dirinya sudah melaksanakan sensus di Bulan September, pihaknya didatangi petugas BPS guna memastikan datanya dan keluarga sudah benar.

“Pastikan semua Warga Karanganyar menerima petugas, layani dengan baik berikan data seakurat mungkin, karena data anda menjadi sangat penting” pungkasnya. Diskominfo (An&Tgr)