Desa Buran Berpeluang Didampingi PT Systemiq Terkait Manajemen Pengelolaan Sampah

Wiliam H, Junior Manager PT Systemiq melakukan peninjauan di Lokasi pengelolan Sampah TPS3R di Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar
Wiliam H juga melihat mesin pengelolaan sampah yang sudah tidak berfungsi. Sebab pisaunya pencacah sudah usang atau tumpul

 

 

KARANGANYAR – Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu berpeluang didampingi PT Systemiq, –perusahaan nasional yang juga penggiat kegiatan lingkungan– terkait pengelolaan sampah. Manajemen pengelolaan sampah yang dimaksud mulai dari sarana prasarana, pembinaan organisasi dan sistem operasional pengelolaan sampah. Diharapkan dengan manejeman pengelolaan sampah yang baik, maka berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan, penghasilan dan penanganan sampah secara baik.

“Kami memang mencari daerah-daerah pengelolaan sampah yang bagus dan saya melihat desa Buran, sudah mulai berjalan baik pengelolaan sampahnya,” papar Junior Manager PT Systemiq, William H saat memberikan pemaparan di TPS3R Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, (28/08). Kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Bambang Djatmiko.

Dia menambahkan PT Systemiq sudah melakukan pendampingan pengelolaan sampah di Desa Muncar, Kabupaten Banyuwangi dan Pasuruan, Jawa Timur. Kedatangan, PT Systemiq dalam rangka seleksi untuk perluasan program pengelolaan sampah. Yakni mendesain sistem pengambilan sampah, pemilhan sampah dan sebagainya. “Program ini di danai oleh sponsor,  yakni salah satunya perusahaan penghasil plastik Internasional. Intinya kami akan benahi sarpras, pembinaan organisasi, operasional keseharian. Sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.  Termasuk melakukan kampanye perbahaan prilaku pada masyarakat dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Buran, Marsies Yayuk SR mengatakan TPS3R sudah mulai ada tahun 2014. Berjalan waktu hingga tahun 2016 sangat bagus pengelolannya. Sebab sampah organik bisa dijadikan pupuk, kemudian sebagian lagi ada yang dijual dan yang lain dihancurkan. Namun sekitar tahun 2016 ada perjanjian dengan sebuah perguruan tinggi di Surakarta. Oleh perguruan tinggi tersebut, pengelolan sampahnya di pihak ketigakan. “Kadang petugas pemilih sampahnya akan ‘nakal’. Dikelola sendiri dan sampah yang laku dijual kemudian dijual sendiri. Sedangkan TPS3R ini hanya kebagian sampah yang tidak bisa diolah,” ujarnya,

Seiringa berjalannya waktu, selanjutnya kerjasama tersebut diputus karena sama sekali tidak menguntungkan desa. Bahkan, cenderung pengelolaan sampah tidak bagus. Sebab sampahnya hanya dibuang di depan kantor TPS3R. “Selama dua tahun ini pengelolanya sampah sangat parah sehingga tumpukan sampah di luar biasa. Harapan kami, PT Systemiq dapat membantu pengelolaan sampah kembali seperti pada tahun 2014 yang mengalami kejayaan,” imbuh Yayuk pada saat memberikan paparan kepada PT Systemiq. (hr/adt)