GROUNDBREAKING GEDUNG ASRAMA MAN 1 KARANGANYAR

Peletakan Batu Pertama Pembangunan MAN 1 Karanganyar Oleh Bupati Karanganyar

KARANGANYAR-Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, M.M. hadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Asrama MAN 1 Karanganyar. Selasa (11/07/20).

Rencananya pembangunan berlangsung selama 150 hari kalender, mulai tanggal 4 Agustus 2020 hingga 31 Desember 2020 dengan pelaksana PT. Jembar Utama dan konsultasi pengawas oleh CV. Bromas Damar Kauripan.

Kepala MAN 1 Karanganyar Dr. Hj. Lanjar Utami, M.Pd. mengucapkan terimakasih kepada Bupati Karanganyar yang terus memberikan dukungan, motivasi, arahan dan bimbingan demi kemajuan MAN 1 Karanganyar sehingga menjadi madrasah yang hebat dan bermartabat seperti sekarang ini.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar Drs. H. Wiharso, M.M mewakili keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas dibangunnya asrama ini. “Mudah mudahan ini menjadi satu titik awal bagi masyarakat Karanganyar yang ingin belajar tentang keislaman, dan menjadi pusat peradaban islam di Kabupaten Karanganyar yang semakin diminati oleh masyarakat”, harapnya.

Dalam sambutannya Juliyatmono selaku alumni maupun mewakili pemerintah merasa bangga dan bersyukur dengan dibangunnya asrama ini, untuk itu pihaknya mengajak kepada seluruh pihak untuk nguri-uri madrasah yang ada di wilayah Karanganyar, agar bisa memberikan sumbangan sumber daya manusia yang imani dan menguasai teknologi tapi memiliki kualitas akidah keimanan yang kuat.

“Masa depan bangsa kita, kita pertaruhkan kepada kader-kader yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang imani dan qurani” terangnya.

Di tempat yang sama H. Musta’in Ahmad, S.H, M.H. Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan Juliyatmono adalah figur yang inspiratif, terbuka dan gampang menerima gagasan. Sekaligus kepala daerah yang mempunyai perhatian yang besar terhadap pembangunan keagamaan.

Terkait hibah tanah yang telah diberikan oleh Bupati Karanganyar, Musta’in menjelaskan bahwa terdapat instrumen pembiayaan berdirinya gedung yang bernama SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) dan sudah menjadi kesepakatan di tingkat nasional, begitu tanahnya siap gedungnya dibangun.

“Bapak yang menyiapkan tanahnya saya yang bangun gedungnya”, pungkas Musta’in. Diskominfo (An/In)