Persiapkan Secara Matang, September Sekolah Diupayakan Simulasi Tatap Muka

KARANGANYAR – Hampir setiap hari, Bupati Karanganyar Juliyatmono mendapatkan keluhan dari anak-anak sekolah. Mereka bertanya kapan sekolah masuk kembali karena sudah bosan berada di rumah. Bahkan, hari ini ada siswa bertanya kapan sekolah bisa masuk kembali, siapa yang mengizinkan sekolah masuk.

“Banyak keluhan dari siswa yang intinya rindu sekolah kembali. Saya minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  merencanakan persiapan yang matang untuk diupayakan September diusahakan simulasi pembelajaran tatap muka,” papar Juliyatmono saat membuka Webinar dengan tema pembelajaran daring di era covid 19 di ruang SIC, Diskominfo Karanganyar, Rabu (05/08) .

Pembelajaran, menurut Bupati bisa diupayakan sosialisasi lingkungan atau pengenalan sekolah. Disamping melakukan praktek tentang penerapan protokol  kesehatan di sekolah. Namun demikian, Pemkab Karanganyar tidak akan memaksa anak untuk masuk sekolah. Tentu bagi anak yang ingin sekolah, Pemkab Karanganyar tentu akan memfasilitasi untuk jenjang SD dan SMP. “Saya harap Disdikbud mempersiapkannnya secara matang,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati Karanganyar juga meminta Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengecek jaringan dari kecamatan sampai Desa. Setidaknya, ada data desa mana saja yang belum mendapatkan jaringan internet. Sebab ada juga anak yang mencari sinyal sampai ke kuburan. “Tolong dicek, Desa mana yang internetnya kurang bagus. Pemkab Karanganyar akan memfasilitasi hal tersebut,” tambahnya.

Dia menambahkan peran guru tidak bisa diganti siapapun. Guru mempunyai keterpanggilan untuk mengajar karena ada kepuasan batin. Bupati  mengaku sejak 1988 sudah jadi guru di sekolah. Sehingga tahu jika bapak ibu guru tidak mengajar serasa badan akan kaku dan tidak happy. “Sampai kapan guru tetap menjadi idola. Sehingga perannya tidak bisa digantikan dengan tehnologi, “ungkapnya. (Fy/Wf/hr)