Parekraf Diminta Bangkit Kembali Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyemangati para pelau pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bangkit kembali di Sekipan, Tawangmangu
Bupati menyerahkan paket sembako kepada Parekraf

KARANGANYAR – Para pekerja dibidang pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Karanganyar sedikit bernafas lega. Sebanyak 1800 paket sembako diberikan kepada parekraf oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Penyerahaan itu diserahkan di bukit Sekipan, Tawangmangu, Karanganyar, (23/07).

“Bantuan ini diharapkan dapat menyemangati kembali para Parekraf di Karanganyar untuk bangkit kembali. Mari pelan tapi pasti sektor pariwisata dibuka kembali. Namun saya tetap meminta untuk memperhatikan protokol kesehatan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan.

Dia menambahkan Pemkab Karanganyar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memperhatikan parekraf. Pemerintah meminta para parekraf untuk yakin dan tidak usah kawatir terkait virus corona. Yakin yang dimaksud virus ini menguji kesabaran semua pihak. Seperti halnya bidang pertanian, jika terkena hama maka panen berikutnya akan melimpah. “Sabar dan jangan panik sambil berdoa agar corona segera pergi dari Karanganyar. Semoga dunia pariwisata kembali bangkit,” tandasnya.

Bupati meminta para perekaf untuk greteh kepada para wisatawan yang datang. Greteh yang dimaksud adalah mengingatkan untuk terus menggunakan masker, jaga jarak dan tidak berkerumun.

Sementara Kapolres Karanganyar, AKBP Dr Leganek Mawardi  mengatakan bantuan sebanyak 1800 paket sembako. Khusus untuk parekraf di Tawangmangu 480 paket. Yang lain diberikan para parekraf di Ngargoyoso, dan daerah-daerah wisatawan yang lain. Dengan adaptasi baru ini, sektor pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. (hr/adt)