Tren Kenaikan Covid 19 di Karanganyar, Bupati Sikapi Dengan Menggelar Rapat Terbatas

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menggelar rapat terbatas menyikapi trend peningkatan covid 19 yang meningkat

 

 

KARANGANYAR – Trend peningkatan covid 19 di Kabupaten Karanganyar, membuat pemangku kebijakan menggelar rapat terbatas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), di ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (22/20). Peningkatan reaktif covid 19 didominasi tenaga kesehatan. Sekaligus dalam rapat tersebut meminta semua pihak untuk disiplin protokol kesehatan. Bupati meminta semua pihak untuk mengingatkan menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan. Di sisi lain, yang sembuh covid sampai hari ini sudah ada 20 orang.

“Kami melakukan koordinasi dan menyikap pertambahaan jumlah reaktif covid 19 yang naik signifikan. Kami tentu prihatin dan berupaya lebih masif lagi untuk mensosialiaskan agar pencegahaan lebih efektif,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai memimpun rapat terbatas tersebut.

Pemkab Karanganyar juga akan terus melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah titik yang rawan secara periodik. Sambil terus mengingatkan masyarakat yang bergerombol untuk segera membubarkan diri. Sebab di beberapa tempat masih ada yang new normal dikira sudah normal beneran sehingga tidak memakai masker. “Mari kita semua harus greteh atau mengingatkan terus menerus. Jangan Panik dan juga jangan sembrono dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, rapat juga membahas tim gugus tugas covid 19 tingkat pemerintah pusat sudah selesai. Untuk Karanganyar, Lanjut Bupati tim gugus tugas masih tetap bekerja sambil menyiapkan regulasi atau aturan baru. Titik berat pencegahan covid dengan memperhatikan pemulihan ekonomi. Perlu langkah yang pas dari mencegah dan memulihkan ekonomi.

Sementara Kepala Kesehatan Plt Purwanti mengatakan peningkatan kasus terjadi dua minggu terakhir. Peningkatan jumlah kasus reaktif didominasi petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit Solo dan Sukoharjo. (hr/angga)