Peduli Kemajuan Sepak Bola, Bupati Resmi Membuka Kongres Askab PSSI Karanganyar

Kominfo
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka Kongres Askab PSSI Karanganyar, Sabtu (18/7).

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar resmi membuka Kongres Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Karanganyar, Sabtu (19/7) pagi. Penyelenggaraan kongres ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang baik untuk mengembangkan olahraga sepakbola di Karanganyar.

Kongres yang dilaksanakan di ruang anthorium Pendopo Rumah Dinas Bupati dihadiri jajaran pejabat Askab PSSI Karanganyar.

Toni Hatmono selaku Ketua Askab PSSI Karanganyar dalam laporannya mengatakan sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang populer dan digemari banyak orang mulai anak-anak hingga dewasa. Dengan kata lain olahraga ini adalah olahraga yang merakyat.

“Akan tetapi sayangnya di Bumi IntanPari bahkan Persika yang menjadi kebanggaan kita sudah lama vakum,”ujarnya.

Toni juga menyampaikan Kepengurusan Askab PSSI Karanganyar periode sebelumnya telah berakhir pada 16 Maret 2020, selanjutnya Asosiasi Propinsi (Asprop) Jawa Tengah telah memberikan kesempatan untuk segera melaksanakan Kongres Askab PSSI Karanganyar.

Ditambahkannya, Asprop Jawa Tengah menunjuk Dwi Purwanto sebagai Plt Ketua Askab PSSI Karanganyar yang bertugas menyelenggarakan kongres.

“60 hari sudah kami menyosialisasikan kepada seluruh anggota sepak bola Indonesia Kabupaten Karanganyar dan ini bukanlah hal mudah. Utamakan kekompakan dan jangan kasih kendor pada PSSI Kabupaten Karanganyar,”imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi dan mendukung penuh terselenggaranya Kongres Askab PSSI Karanganyar.
Pihaknya berharap terlaksananya Kongres dapat membawa kemajuan olahraga sepak bola di Karanganyar khususnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta Kongres untuk membentuk fikiran yang positif untuk menghasilkan keputusan yang baik demi perkembangan olah raga sepak bola.
“Yang kira-kira gak maju pikirannya tidak ingin mengembangkan olahraga, jangan temui saya. Karena ini bukan persoalan gampang,” jelas Bupati.

Menurutnya, PSSI lima tahun yang lalu harus menjadi pengalaman semua pihak bahwa kesepahaman dan komitmen bersama itu faktor penting dalam menguatkan sebuah organisasi.
Ini merupakan momentum yang baik untuk ditata yang baik. Semua harus dipersiapkan, supaya Askab solid.

“Persika seharusnya menjadi milik Askab bukan milik orang lain. Maka itu segera diurus agar Persika menjadi miliknya Askab PSSI Karangnyar dan menjadi kebanggaan Karanganyar,”pesannya.

Bupati pada akhir acara sekaligus membuka kongres menekankan penting menjalankan organisasi
Dengan penuh tanggung jawab, bermusyawarah, berdaulat dan berkesinambungan guna mewujudkan sepak bola yang berprestasi.
Demikian Diskominfo (dn/ind)