Menteri LHK Siti Nurbaya Tinjau Tiga Lokasi Sekaligus di Karanganyar

Bupati Karanganyar mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat meninjau Taman Sakura

KARANGANYAR-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) DR. IR. Siti Nurbaya Bakar M.Sc didampingi Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono. MM lakukan kunjungan kerja dalam rangka program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Solo. Sabtu (11/07/20).

Kegiatan yang juga dihadiri Wakil Menteri LHK Dr. Alue Dohong tersebut kunjungi tiga lokasi di wilayah Karanganyar yakni Dusun Setugu, Taman Sakura Cemoro Kandang dan Grojogan Sewu.

Siti Nurbaya menyampaikan dalam rangka melakukan langkah-langkah vegetatif harus terus dilakukan penanaman. Untuk itu akan dibangun dan ditambahkan kebun bibit yang kapasitasnya 5 kali lipat dari yang sekarang ada di Karanganyar.

“Salah satu aspek yang dilakukan kementerian untuk menyelamatkan kawasan dan menjaga mata air di Solo dan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, kebun bibit harus disiapkan besar dengan kapasitas yang tinggi” ungkapnya.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar telah membuka Kawasan Wisata Grojogan Sewu dan aktifitaspun sudah mulai berjalan dengan baik.

Ditambahkan pihaknya juga berkomitmen untuk selalu bekerja sama dalam merawat dan menjaga hutan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan adanya program Karanganyar hijau royo-royo tiap tanggal 15 Desember.

Selain itu Juliyatmono juga menyampaikan keinginannya untuk menata Cemoro Kandang ” Saya hanya ingin merapikan permukaan Cemoro Kandang dan bekerja dengan anak gunung relawan, menata setapak demi setapak agar siapapun bisa naik ke puncak, tidak tersesat dan tidak merusak alam” jelasnya.

Ir.Hudoyo, MM selaku Dirjen PDASHL (Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) melaporkan pada tahun ini sampai Agustus nanti akan dibangun 4 Dam penahan dan 8 Gully plug (pengendali jurang).

Sedangkan secara keseluruhan di Tahun 2020 wilayah BPDAS solo rencananya akan membangun kurang lebih 20 Dam penahan dan 200 Gully plug.

Lebih lanjut disampaikan terkait kegiatan yang dilakukan untuk pemulihan DAS (Daerah aliran sungai) Kritis di dalam kawasan, pada Tahun 2019 dilaksanakan 8000 hektar penanaman yang dipelihara Tahun 2020.

Sedangkan Tahun 2020 melaksanakan 1000 hektar, untuk tahun ini Dirjen PDASHL hanya menyiapkan sampai tahap pembibitan karena ada refocusing anggaran sehingga penanaman akan dilaksanakan Januari 2021.

“Di Karanganyar ada persemaian permanen dengan kapasitas 1 juta bibit per tahun yang dibagikan kepada masyarakat secara gratis, hanya dengan menggunakan KTP sudah dapat memilih 25 bibit yang diinginkan” ungkap Hudoyo. Diskominfo (An/In)