Rapid Tes Negatif, 84 Santri Asal Karanganyar Diberangkatkan Ke Ponpes Lirboyo

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan saat akan memberangkatkan santri ke Ponpes Lirboyo Kediri

 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memberikan pelayanan rapid tes gratis kepada 84 santri yang akan belajar ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, Senin (06/07). Hasilnya ke 84 santri tersebut dinyatakan negatif oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar. Sehingga mereka bisa berangkat belajar ilmu agama di Ponpes tersebut.

“Sebenarnya yang berangkat ke Ponpes ada 86 santri. Namun dua orang sakit sehingga yang berangkat hanya 84 santri,” papar Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Hudaya

Menurut Hudaya kebijakan Ponpes Lirboyo memang mewajibkan santri segera masuk ponpes. Namun begitu masuk, santri akan di karantina terlebih dahulu selama 14 hari. Diperkirakan tanggal 21 Agustus selesai dan proses belajar mengajar bisa dimulai. Ponpes Lirboyo dipercaya Pemprov Jatim menjadi pesantren tangguh. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Karanganyar yang telah memberikan kesempatan rapid tes. Alhamdulilah hasilnya non reaktif semua,” imbuh Hudaya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan atas nama pemerintah bersyukur dan bangga. Anak anak dari Karanganyar sudah memulai belajar di Ponpes Lirboyo Kediri. Semoga Allah selalu meridhoi dan memberikan kecerdasan untuk anak anak santri. “Belajar ilmu agama membuat anak anak jadi sholeh, akhlaknya baik dan memiliki pengetahuan luas. Harta yang paling berharga adalah anak yg sholeh,” ungkap Bupati Karanganyar.

Orang nomor satu di Karanganyar tersebut menyatakan semua telah dilakukan rapid tes. Alhamdulillah hasilnya negatif sehingga semua bisa diberangkatkan menuju Ponpes Lirboyo. Bupati juga melepas 84 santri menuju ponpes. “Saya berharap santri santri menjadi kyai milenial kyai sesuai zamannya. Orang hebat yang mempunyai akhlak baik dan menguasai tehnologi,” imbuhnya. (hr/adt)