Grojogan Sewu Tawangmangu Dibuka Kembali

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Kepala Balai KSDA Jateng, Darmanto menggunting pita tanda dibukanya kembali Grojogan Sewu

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono membuka kembali Taman Wisata Alam Grojogan Sewu Tawangmangu untuk dikunjungi wisatawan. Reaktivasi kunjungan tersebut dilakukan Jumat (03/06) pukul 16.00 di loket 2 pintu masuk Grojogan Sewu. Namun demikian, Bupati meminta kunjungan untuk sementara dibatasi dan tetap mengindahkan protokol kesehatan.
“Kalau biasanya sehari 1000 orang maka dibatasi 500 orang terlebih dahulu. Apalagi ini musim liburan saya yakin pasti ramai, namun diminta tetap patuhi protokol kesehatan,” papar Juliyatmono.
Pihaknya meminta semua yang terlibat di Taman Wisata Alam Grojogan Sewu saling mengingatkan. Baik pedagang, petugas untuk mengingatkan menggunakan masker dan jaga jarak. Dengan dibuka wisata ini, justru menanamkan rasa kepercayaan diri. Aktivitas berlangsung dengan memperhatikan kesehatan itu menjadi lebih nyaman. Membudiayakan budaya bersih dengan cuci tangan lebih baik.

Sementara Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Jawa Tengah, Darmanto menyampaikan di Jateng telah disetujui untuk reaktivasi kunjungan Wisata Alam sejumlah 3 dari 5 Taman Wisata Alam. Salah satunya adalah Taman Wisata Alam Grojogan Sewu. Hal tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat Tawangmangu dan Pemkab Karanganyar. Pembukaan kembali Wisata Alam Grojogan Sewu tetap memperhatikan protokol kesehatan.

 

Pengelola Grojogan Sewu, Soekirdi mengatakan seminggu awal ini akan menerima kunjungan separo dari biasanya. Sambil terus dievaluasi agar pengunjung tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jam operasional dari mulai jam 08.00 sampai jam 16.00. Untuk hari minggu biasanya ramai, jika kuota sudah terpenuhi tapi masih ada antrian di loket dengan meminta pertimbangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah akan tetap dimasukkan. “Dengan pertimbangan jika tidak masuk malah akan membuat rentan penyebaran maka secara perlahan akan dimasukkan. Tentunya dengan pertimbangan Sumber Daya Alam Jawa Tengah,” imbuh Sukirdi. Diskominfo (hr/adt)