STA Dikonsep Magnetasi Agropolitan Karanganyar Untuk Datangkan Wisata

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendengarkan paparan dari Direktur Perusda Owabong Drs Hartono, untuk pengembangan STA

 

 

 

KARANGANYAR – Niat Pemerintah Kabupaten untuk mengoptimalkan Sub Terminal Agribisnis (STA) atau terminal Mbangun Makuthoromo tidak main main. Buktinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar meminta Perusda Owabong Purbalingga untuk mempresentasikan konsep wisata untuk Mbangun Makuthoromo di ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (29/06)

Direktur Perusada Owabong, Purbalingga, Drs Hartono menyampaikan STA sangat potensial dikembangkan untuk pariwisata di Bumi Intanpari. Konsep yang ditawarkan dengan Magnetisasi Agropolitan Karanganyar dengan daya pikat STA. “Sebagai salah satu implementasi program strategi nasional yang menyediakan dan mengangkat potensi Agropolitan, maka STA sangat potensial untuk dikembangkan. Konsep yang kami tawarkan adalah wisata edukasi dan wisata agro,” papar Hartono di depan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Siti Maysaroh.

Menurut Hartono, wisata edukasi berbasis pertanian untuk menumbuhkembangkan kecintaan kepada sektor pertanian dan minat mencintai produk-produk pertanian. Yang kedua adalah wisata agro untuk meningkatkan penyerapan produk pertanian baik pada posisi on farm (tanam) dan off farm (hasil panen). “Sedangkan pasar yang dituju, sekolah-sekolah, perusahaan, komunitas, instasi, keluarga dan umum. Diharapkan dengan konsep ini, wisata akan lebih banyak berkunjung ke Karanganyar,” imbuhnya.

Daya pikat yang dihadirkan, menurutnya adalah pendekatan proses, wisata keluarga dan interaksi pasar. Sedangkan yang mampu menyedot perhatian adalah tanaman langka yang hendaknya ada sehingga orang akan tertarik. Kemudian taman bunga, taman bermain anak, coffe shop, pusat pengolahaan, pengemasan dan penjualan kopi, ruang audio visual, pasar agro organik, pusat oleh-oleh Karanganyar. Diskominfo (hr/adt)