Jaga Kondusifitas Wilayah, 427 Miras Dimusnahkan

Kominfo
Bupati Karanganyar: Sinergitas semua pihak untuk menjaga keamanan wilayah, Senin (22/6).

KARANGANYAR- Menjaga kondusifitas wilayah, Polres Karanganyar menggelar pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) dari hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang ada di Kabupaten Karanganyar. Sebanyak 427 botol miras/jerigen serta knalpot brong dihancurkan, Senin (22/6) pagi.

Pemusnahan dilakukan di halaman Markas Komando (Mako) Polres Karanganyar dengan menggunakan alat berat penggilas jalan (setum). Penghancuran miras dipimpin langsung Kapolres Karanganyar diikuti Bupati Karanganyar, Forkopimda, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kapolres Karanganyar, AKBP. dr. Leganek Mawardi dalam laporannya mengatakan pemusnahan ini merupakan Kegiatan Rutin Yang ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi tindak pidana maupun kemacetan arus lalu lintas dan antisipasi penyebaran Covid-19. Operasi ini telah dilaksanakan hampir satu minggu hingga menjelang Ramadhan kemarin.

Barang bukti sitaan dari beberapa elemen masyarakat yang berada di wilayah Karanganyar baik itu pemuda, orang tua bahkan anak-anak yang cukup dimiriskan. Pasalnya dari beberapa element tersebut tidak semuanya dilaksanakan berdasarkan kebijakan hukum tetapi pembinaan karena dilakukan di kebun-kebun maupun di tempat-tempat yang cukup tersembunyi.

Menurutnya hal ini merupakan modus yang terus Polres Karanganyar pelajari untuk ditindaklanjuti supaya peredaran miras ilegal yang ada di wilayah Karanganyar bisa diiliminir.

Penyitaan barang bukti berupa miras dari berbagai jenis diantaranya 57 botol vodka, 320 botol BIR, 90 botol anggur merah, satu botol Topi Miring, empat botol Double Kiwi, 1.802 liter CIU dalam berbagai macam botol dan jerigen.

“Kurang lebih 427 botol miras berhasil kita sita dari berbagai jenis merk bahkan tidak ada merknya karena sebagian besar produk home industri dan sebagian besar masih dalam kalengan,”jelasnya.

Bersamaan dengan laporan tersebut, Kapolres Karanganyar menghimbau kepada semua pihak untuk bersama dengan pemerintah daerah untuk saling menjaga supaya peredaran yang diluar bisa terkontrol dan terkondisikan.

“Selain miras,beberapa pekat seperti perjudian selama kurang lebih satu semester ini cukup banyak, ada kartu, othok/dadu, kartu cap tji kie, dan sudah diserahkan untuk ditindaklanjuti secara hukum,”katanya.

Ditambahkannya kewenangan untuk penegakan hukum ada di Kepolisian dan tidak lepas dari kerja sama TNI maupun Pemerintah daerah melalui Satpol PP, KesbangPol. Pihaknya pun berharap kedepan untuk dapat saling bersinergi untuk menjalin kebersamaan dan mewujudkan Kabupaten Karanganyar yang aman, nyaman dan tenteram.

“Hasil operasi knalpot brong beberapa wilayah di Solo raya yang masuk ke wilayah Karanganyar khususnya Jaten dan Tawangmangu akan dimusnahkan karena menganggu kebisingan. Ada ambang batas untuk kebisingan itu tadi,”imbuhnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi.hasil sidak, temuan temuan yang mana merupakan fakto-faktor yang sangat menganggu dan mempengaruhi tindakan kriminalitas yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Diharapkan semua pihak terkait bersama-sama bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketenangan di wilayah Karanganyar.

“Selaku Pemerintah saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Polres yang secara intens, rutin melakukan inspeksi mendadak terhadap pekat sehingga mengurangi keresahan masyarakat,”tandasnya.

Demikian Diskominfo (dn/ind).