Hajatan Diperbolehkan Dengan Sistem ‘Banyu Mili’ dan Siang Hari

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memperbolehkan hajatan dengan sistem banyu mili dan dilakukan siang hari

 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memperbolehkan menggelar hajatan atau mantu. Namun syarat untuk menyelenggarakan pesta pernikahan itu sangat ketat. Hajatan diselenggarakan dengan sistem ‘banyu mili’ atau tamu datang, masukkan amplop di kotak, mengucapkan salam kepada yang ‘ngunduh mantu’ , pulang dan makananya dibawa pulang.

“Kita sudah mulai memperbolehkan hajatan, dengan sistem ‘banyu mili’ dan dilaksanakan siang hari. Jika malam hari dikawatirkan larut malam dan berkerumun banyak orang,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sosialisasi Menteri PUPR No 14 tahun 2020 di Aula PUPR, Selasa (16/06)

Boleh memakai musik, Bupati mengatakan diperbolehkan namun orgen tunggal saja. tiga sampai empat orang pemusik yang mengiringi proses hajatan tersebut. Dengan adanya hajatan, pengusaha sound sistem, rias manten, orgen tunggal, foto, video shoting perlahan kembali muncul. Termasuk sewa kajang dan kursi.

Bagaimana dengan arisan, Bupati juga mengizinkan bisa dilakukan di sore atau siang hari. Bertemu tidak usah terlalu lama dan tetap mengindahkan protokol kesehatan. Pihaknya memang kegiatan seperti ini dilakukan pada siang hari. Pihaknya ingin menata kembali dengan protokol kesehatan atau new normal. “Hari ini, tempat wisata  sudah kami buka kembali. Khusus untuk air, waterborn, arung jeram belum kami perbolehkan. Sebab potensi dromplet atau ciparatan mungkin terjadi dalam air. Sambil kita menunggu kajian dari bidang kesehatan untuk tempat wisata yang terkait dengan air,” imbuhnya. (hr/adt)