700 Mahasiswa Unisri Gagal KKN di Karanganyar, Rektorat Minta Maaf

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima pihak perwakilan UNISRI di ruang Garuda kantor Setda Pemkab Karanganyar

 

KARANGANYAR – Sebanyak 700 mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta tidak jadi melaksanakan KKN di Karanganyar. Penyebabnya, pandemi covid 19 belum selesai. Pihak kampus kemudian mengganti KKN dengan sistem daring.
“Pihak kampus menghendaki KKN dengan sistem daring karena virus corona belum berakhir dan cenderung meningkat. Berkaitan tersebut, UNISRI meminta maaf kepada Pemkab Karanganyar,” papar juru bicara dari UNISRI, Kharis Triyono.

KKN yang sedianya akan dilaksanakan 23 Juli 2020 di Karanganyar. Pihak kampus tidak ingin dengan KKN, mahasiwa yang datang dari berbagai daerah bisa terkena atau menengenai. Untuk lebih amannya, Kharis menyatakan KKN menggunakan daring. “Sekali lagi, kami minta maaf ke Pemkab Karanganyar tidak melanjutkan KKN Konvensional,” imbuhnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima keputusan kampus yang menghendaki KKN mahasiswanya dengan daring. Praktis, menurutnya hampir semua sistem kegiatan menggunakan daring. Juliyatmono mengatakan Pemkab Karanganyar sebenarnya tidak masalah sebab covid 19 harus disahabati dengan disiplin protokoler kesehatan. “Kami bisa memahami keputusan Kampus UNISRI yang mengubah KKN ke online. Akan tetapi jika bulan Juli covid sudah selesai dipersilahkan KKN di Karanganyar,” ujar Juliyatmono.
Pemkab Karanganyar fleksibel dalam soal KKN. Boleh jadi daring dari Karanganyar. Artinya mahasiswa melakukan daring dari wilayah Karanganyar. Pihaknya sudah mempunyai perangkat untuk itu. “Namun jika Rektorat sudah mempunyai keputusan seperti itu kami ikut saja,” pungkasnya. (hr)