New Normal, Dewan Pasang Sekat Kaca di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar

 

KARANGANYAR – Ada yang berbeda di ruang DPRD Karanganyar. Perbedaan itu muncul dan terlihat yakni pemasangan sekat di ruang Paripurna DPRD Karanganyar. Sekat itu dimasukkan untuk mencegah penyebaran covid 19 di Karanganyar dan mematuhi protokol kesehatan.
Pantauan tersebut jelas terlihat pada saat rapat paripurna dengan agenda pembacaan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Karanganyar tahun anggaran 2019, Kamis (4/6).
Meja di ruang rapat paripurna ditata berjarak sekitar dua meter. Biasanya, satu set meja dilengkapi dua kursi. Tetapi kali ini satu set meja dilengkapi satu kursi saja. Selain itu pada setiap meja diletakkan pembatas bening berbahan akrilik. Setiap meja di ruang paripurna DPRD Kabupaten Karanganyar disulap menyerupai bilik.
Plt Sekretaris DPRD Kabupaten Karanganyar, Agus Haryanto mengatakan langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi penerapan social distancing di lingkungan DPRD Kabupaten Karanganyar. Pihan pimpinan dewan meminta menata ruang rapat paripurna sedemikian rupa. Dipertimbangkan sekat antarpeserta. Kemudian, pihak sekretaris dewan mencari bentuk yang pas. Awalnya ketua DPRD Karanganyar menginginkan memakai plastik. “Namun Kami coba dan sepertinya tidak pantas. Kami coba pakai fiber itu melengkung. Lalu kami pakai akrilik dan layak, rapi. Secara teknis ini kan belum pernah diterapkan,” ujar Agus saat berbincang dengan wartawan seusai rapat paripurna.
DPRD Kabupaten Karanganyar mengambil langkah itu sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan dan menyongsong penerapan era kenormalan baru. Agus menyampaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar cenderung landai. Meski demikian, menurut dia tidak ada salahnya masyarakat mengambil langkah waspada.
“Waspada, jaga-jaga sehingga kami tetap mengadakan penataan sebagai mana protokol kesehatan. Kami social distancing. Kami lebih amankan lagi dengan sekat-sekat. Ini upaya kami menjaga sesama dan diri sendiri. Jangan sampai kondisi yang sudah ada saat ini menjadika kurang waspada. Mudah-mudahan bisa menginspirasi yang lain,” tutur dia.
Saat rapat paripurna tadi, tidak semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hadir. Beberapa di antara mengikuti rapat paripurna secara virtual. Hanya tampak beberapa kepala OPD yang berkepentingan terhadap rapat tersebut.
“Jadi ini tempat terbatas, tidak mungkin semua Kepala OPD datang. Sisanya mengikuti telekonferensi di kantor masing-masing. Kecuali tim anggaran, kami undang datang. Jadi satu meja yang dulu ditempati dua orang, ini hanya satu orang. Kami mencoba belajar new normal dan menyesuaikan kondisi.” (adt/hr)