ASN Harus Jadi Pioner Untuk Disiplinkan Protokoler Kesehatan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono melantik sejumlah pejabat eselon III dan IV di Kantor BKPSDM

 

KARANGANYAR – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Karanganyar mulai Senin diminta beraktivitas normal kembali. Namun untuk keefektifan jam kerja masih digodok, apakah berakhir pukul 15.30 atau 13.00 dan dilanjutkan pekerjaan di rumah. Yang jelas, disiplin protokoler kesehatan harus diterapkan. Seperti menghindari kerumunan, menggunakan masker, dan cuci tangan harus terus disosialisasikan.

“Saya minta ASN di Karanganyar aktif untuk ikut mensosialisasikan disiplin protokoler kesehatan. Jika ada yang tidak menggunakan masker, segera diingatkan. Termasuk cuci tangan dan menghindari kerumunan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melantik 38 ASN yang dimutasi ke bidang tugas yang baru di Aula Kantor BKPSDM, Rabu, (03/06).

Pelantikan 38 ASN meliputi 3 orang eselon IIIa, 5 eselon IIIb, 25 eselon IVa, dan 5 selon IVb. Pelantikan itu disebabkan karena banyak jabatan yang kosong sehingga harus diisi agar roda pemerintahan berjalan normal. Pihaknya meminta ASN untuk tidak bergerombol atau berkerumun sebab covid 19 suka dengan yang bergerombol. Pelantikan ini, menutu Bupati juga masih dalam suasana keprihatinan. “Saya minta semua ASN tetap aksis, sehat dan aktif memberikan pendidikan bagi lingkungan masing-masing. Jangan sampai larut dalam kepanikan, namun juga tidak boleh sembrono atau gampangke. Semua harus disiplin,” bebernya.

Alhamdulilah, Covid 19 pada saat lebaran atau idul fitri nol kasus positif. Namun terakhir, ada ASN di Surakarta yang tinggal di Karanganyar terkena covid 19. Kedua orang tersebut dikaratina di rumah sakit.

Pihaknya juga menanggapi beberapa hari terakhir yang viral di masyarakat. Yakni rencana sekolah masuk dan jalan macet di Tawangmangu pada Minggu lalu. Untuk sekolah masuk masih menjadi kajian dan menunggu petunjuk dari pusat. Sedangkan di Tawangmangu macet karena orang yang pergi ke sana cukup banyak dan merayap sehingga macet. Untuk objek wisata di Tawangmangu sampai saat ini belum buka. “Saya sudah perintahkan camat untuk operasi masker. Jika tidak pakai masker diminta pulang,” bebernya.

Selain itu, orang nomor satu di Karanganyar meminta Satpol PP menindak bagi warung yang pembeli dan penjual tidak menggunakan masker.  Sanksinya warung ditutup satu hari.  (hr/adt)