Peringati Idul Fitri 1441H, PKL di Kabupaten Karanganyar Diperbolehkan Berjualan Lagi

Para PKL menata dagangannya di Taman Pancasila
KARANGANYAR – Hari Lebaran atau Idul Fitri 1441H bertepatan pada hari Minggu 24/05 dirayakan dirumah masing-masing karena terhalang oleh pandemi Covid-19. Pemerintah menghimbau masyarakat menjalankan Sholat Ied dikampung masing-masing dan tidak menerima tamu ataupun bertamu seperti lebaran tahun kemarin.
Berbeda dengan kabupaten atau kota lain, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui DISDAGNAKERKOP UKM (Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah) mengeluarkan surat kepada para  PKL dengan NIK Kabupaten Karanganyar untuk melakukan simulasi aktifitas berjualan kembali, khususnya PKL yang berada di kawasan Taman Pancasila, Alun-alun Karanganyar.
Diizinkannya para PKL tentu harus mengikuti protokol kesehatan dan ketentuan yang ditetapkan. Penjual maupunpembeli harus memakai masker dan selalu menjaga kebersihan diri. Dalam simulasi kali ini pihak dari DISDAGNAKERKOP UKM merubah penataan lapak pedangang khususnya di Taman Pancasila agar tiap PKL yang berjualan tetap menjaga jarak yang menyebabkan kerumunan.
Joko Setyono selaku Kasi Penataan dan Keamanan Pasar dalam pengarahannya kepada para PKL yang hendak berjualan kembali menyampaikan bahwa ada ID Card untuk penjual, dan ada pengecekan KTP untuk para PKL yang hendak berjualan kembali. PKL yg bukan berasal dari Karanganyar tidak diizinkan berjualan di Karanganyar khususnya Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar.
Kabar ini disambut baik oleh Warni (46) yang mengatakan bahwa selama adanya pandemi Covid-19 usahanya menjadi sepi pembeli karena hanya berjualan di rumah saja. “Kalau jualan buku anak-anak, buku mewarnai kaya gini gak mungkin laku kalau dijual di rumah mbak.” Warni juga mengaku merasa takut untuk berjualan kembali meski sudah menyediakan disinfektan, menggunakan hand sanitizer, dan menggunakan masker. “Kalau gak jualan gak bisa makan mbak,” tuturnya.
Hasta, Korlap UKM ia menyampaikan apabila pelaksanaan simulasi berjualan ini masih banyak PKL yang melanggar protokol kesehatan dan ketentuan yang telah ditetapkan, maka simulasi akan dicabut dan para PKL tidak diperbolehkan berjualan kembali.
(Diskominfo, krs)