Pemkab Gunakan Asrama BLK Untuk Isolasi Tenaga Medis Reaktif Corona

Gedung Asrama BLK di Kecamatan Karangpandan dipergunakan untuk mengisolasi tenaga medis yang terkena covid 19

KARANGANYAR – Gerak cepat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dalam memerangi covid 19 di bumi intapari. Tenaga medis di Karanganyar yang terpapar virus covid 19 diisolasi di asrama Balai Latihan Kerja (BLK) di Karangpandan.

“BLK sudah digunakan untuk isolasi secara spesifik tim medis. Di sana sudah ada enam tim medis. ” Ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanangan Covid 19.

Dia menambahkan dari hasil rapid tes, ke enam tim medis positif dan saat ini dilakuan tes swab. Enam tim medis tersebut mulai menjalani isolasi pada Minggu kemarin. Nantinya mereka akan menjalani isolasi selama 14 hari kedepan. Diungkapkan Juliyatmono, dulu harapnya BLK tidak digunakan namun perkembangan kasus tersebut, asrama BLK dipergunakan untuk penanganan covid-19 “Dulu berharap tidak dipakai, ternyata ini dipakai tapi untuk tim medis,” terangnya.

Juliyatmono mengimbau supaya masyarakat dapat mengimbangi pengorbanan tim medis secara  profesional dengan cara memberikan dukungan dan menerima kehadirannya di mana pun.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala BLK ,  Soenarto menambahkan, pihaknya hanya bertugas menyediakan tempat saja. Sedangkan untuk teknisnya menjadi kewenangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar dan pihak RSUD Karanganyar. “Tugas kami menyediakan tempatnya. Kebutuhan lain, makanan, kasur dan sprei serta lainnya dihandel DKK dan pihak RSUD Karanganyar,” jelasnya.

Di asrama BLK terdapat 12 kamar tidur. Dalam kondisi normal, satu kamar dapat digunakan untuk 10 orang. Nantinya satu kamar akan digunakan untuk berapa orang yang menjalani karantina, itu tergantung dari pihak RSUD dan DKK Karanganyar. (hr)